Intelijen Ukraina turut mencantumkan delapan nama yang disebut sebagai WNI yang direkrut, yakni Yuda Putra Pratama, Haryanto Dwi Kencana, Erwanda, Ngangun Hudri Fadli, Muhammad Syaripudin, M Hadi Maulana, Wahyu Oktavian Iskandar, dan Helmi Nuraha Hakim.
Namun, klaim tersebut merupakan informasi dari pihak Ukraina, sementara Dasco menyampaikan bahwa informasi perekrutan juga telah diterima otoritas Indonesia. Pemerintah melalui intelijen dan Kemlu masih melakukan langkah koordinasi terkait persoalan tersebut. (*)
(Fir/Ade)