Inti berita:
• Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad membenarkan adanya informasi WNI yang direkrut menjadi tentara Rusia.
• Perekrutan diduga menggunakan pihak ketiga dengan modus menawarkan pekerjaan bergaji besar, intelijen Ukraina klaim ada delapan WNI yang telah direkrut.
METROSELEBES.com, JAKARTA – Tawaran pekerjaan dengan bayaran tinggi diduga menjadi pintu masuk bagi sejumlah warga negara Indonesia (WNI) hingga akhirnya bergabung sebagai tentara Rusia.
Informasi itu mencuat setelah Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengungkap adanya WNI yang direkrut untuk menjadi tentara Rusia. Dasco menyebut informasi tersebut diperoleh dari otoritas intelijen Indonesia.
Baca juga: Ironi Pelabuhan Pamatata: Terminal Atas Mulai Digital, Ruang Tunggu Bawah Justru Rusak dan Kotor
Saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/9/2026), Dasco mengatakan perekrutan diduga dilakukan melalui pihak ketiga dengan menawarkan pekerjaan yang seolah-olah berkaitan dengan satuan pengamanan atau tenaga administrasi. Iming-iming gaji besar disebut menjadi salah satu daya tarik.
“Jadi, kami mendapatkan informasi dari otoritas intelijen kita bahwa perekrutan tentara itu kemudian dilakukan oleh negara pihak ketiga,” ujar Dasco. Ia menambahkan, para WNI yang tertarik kemudian mengikuti proses pendaftaran sebelum akhirnya dikirim untuk menjadi tentara.
Baca juga: Mahfud MD Bongkar Peta Politik Jokowi-Prabowo, RUU Perampasan Aset Jadi Titik Panas
Di tengah kabar tersebut, pemerintah disebut tidak tinggal diam. Dasco mengatakan otoritas intelijen bersama Kementerian Luar Negeri telah melakukan koordinasi dan mengirim utusan ke negara-negara terkait untuk mengantisipasi persoalan tersebut sekaligus mencegah kejadian serupa kembali terjadi.
Baca juga: Rachmatika Dewi Tinggalkan Rapat Paripurna, Pilih Temui BEM UNM dan Dengarkan Aspirasi Mahasiswa
Klaim mengenai jumlah WNI yang bergabung dengan militer Rusia sebelumnya disampaikan Badan Intelijen Luar Negeri Ukraina atau SZRU. Dalam keterangan yang dirilis melalui situs resminya, intelijen Ukraina menyebut ada delapan WNI yang telah direkrut dan diduga akan ditempatkan di garis depan perang. SZRU juga mengklaim mereka tidak mendapatkan pelatihan yang memadai sebelum diterjunkan.
Baca juga: Menepis Rumor Liar Netizen, Ini Fakta Perjalanan Cinta Aisyah Thisia dan Agustiar Sabran