Inti berita:
• Kebakaran di pesisir Tallo Lama, Makassar, menghanguskan sekitar 50 rumah dan membuat 90 KK kehilangan tempat tinggal.
• Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 06.10 WITA tanpa laporan korban jiwa.
METROSELEBES.com, MAKASSAR – Fajar Jumat (31/7/2026) belum sepenuhnya menyingsing ketika warga pesisir Jalan Sultan Abdullah, Kelurahan Tallo Lama, Kecamatan Tallo, Makassar, justru berhamburan meninggalkan rumah. Api yang muncul sekitar pukul 04.00 WITA membesar di tengah permukiman dan mengubah suasana dini hari menjadi kepanikan.
Rumah-rumah panggung yang sebagian besar menggunakan material kayu membuat kobaran api cepat berpindah dari satu bangunan ke bangunan lainnya. Warga berupaya menyelamatkan diri dan sebisa mungkin membawa barang berharga yang masih dapat dijangkau sebelum api semakin membesar.
Baca juga: Konflik Laoli Memanas, BADKO HMI Sulsel Desak Bupati dan Sekda Luwu Timur Diperiksa
Kondisi permukiman yang padat serta angin di kawasan pesisir menjadi tantangan tersendiri bagi petugas. Damkarmat Kota Makassar mengerahkan sekitar 30 armada dan 80 personel untuk melakukan pemadaman sekaligus mencegah api menjalar ke lingkungan permukiman lainnya.
Lebih dari dua jam petugas berjibaku sebelum kobaran api berhasil dikendalikan sekitar pukul 06.10 WITA. Setelah api padam, proses pendinginan dilakukan untuk memastikan tidak ada titik panas yang kembali memicu kebakaran.
Dampaknya tidak kecil. Data sementara mencatat sekitar 50 rumah terbakar dan sedikitnya 90 kepala keluarga kehilangan tempat tinggal. Bagi warga yang hanya beberapa jam sebelumnya masih berada di rumah, pagi itu berubah menjadi awal dari persoalan baru: mencari tempat berlindung dan memenuhi kebutuhan dasar setelah kehilangan sebagian besar harta benda.
Dugaan awal menyebut kebakaran kemungkinan dipicu hubungan arus pendek listrik pada salah satu rumah. Namun, dugaan tersebut belum dapat dianggap sebagai kesimpulan akhir. Polisi dan pemerintah setempat masih melakukan pemeriksaan serta pendataan, termasuk untuk memastikan penyebab dan nilai kerugian material. “Untuk penyebab dan total kerugian masih dalam pendataan,” demikian keterangan sementara pihak terkait.
Di balik besarnya kerugian material, satu hal menjadi kabar baik: hingga laporan ini disusun tidak terdapat informasi mengenai korban jiwa maupun luka-luka. Kini perhatian beralih kepada puluhan keluarga yang terdampak, sementara pemerintah dan pihak terkait masih melakukan pendataan kebutuhan serta penanganan pascakebakaran di kawasan tersebut. (*)
(Key/Fir)