Inti berita:
• Klaim warga asing bisa memperoleh istri gratis dan uang tunai jika pindah ke Rusia dipastikan hoaks.
• Sejumlah lembaga internasional mengungkap dugaan modus perekrutan yang berpotensi mengarah pada perdagangan manusia
MetroSelebes.com, MOSKOW - Menikahi wanita Rusia gratis, dan dapat uang, kini beredar luas informasi di media sosial. Sebuah narasi yang terdengar terlalu indah untuk dipercaya kembali memancing perhatian publik. Klaim bahwa warga asing bisa memperoleh istri gratis sekaligus uang tunai dari pemerintah Rusia jika pindah ke negara tersebut ramai beredar di berbagai platform. Namun, hasil penelusuran menunjukkan kabar itu tidak memiliki dasar resmi dan justru mengarah pada dugaan modus penipuan yang berisiko tinggi.
Laporan investigatif dari Lansing Institute menyebut sejumlah negara di Amerika Latin mulai menyelidiki dugaan perekrutan bermodus relokasi ke Rusia. Otoritas di Peru, Bolivia, dan Panama menelusuri kemungkinan adanya praktik perdagangan manusia maupun perekrutan yang menyesatkan setelah muncul tawaran menggiurkan kepada warga asing untuk menetap di Rusia.
Baca juga: Hak Angket Memanas, Bupati Gowa Minta Gubernur Sulsel Jadi Penengah Konflik dengan DPRD
Di sisi lain, pemerintah Rusia tidak memiliki kebijakan yang memberikan pasangan hidup maupun bantuan uang tunai kepada pendatang sipil. Regulasi terkait perkawinan dengan warga negara asing justru diperketat guna mencegah pernikahan fiktif yang bertujuan memperoleh izin tinggal atau kewarganegaraan. Fakta ini bertolak belakang dengan narasi yang ramai disebarkan di media sosial.
Isu mengenai imbalan uang dalam jumlah besar ternyata lebih berkaitan dengan kontrak dinas militer dibanding program sosial. Sejumlah laporan, termasuk dari Deutsche Welle (DW), mengungkap adanya warga asing yang awalnya dijanjikan pekerjaan di sektor sipil, tetapi kemudian diarahkan ke jalur militer setelah berada di Rusia. Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran bahwa informasi menyesatkan dimanfaatkan untuk menarik korban dari negara berkembang.
Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, membantah tudingan adanya perekrutan ilegal terhadap warga asing. Dalam keterangannya yang dikutip DW, Lavrov menyatakan para relawan datang secara sukarela dan sesuai ketentuan hukum Rusia. Pernyataan itu menjadi bagian dari penjelasan resmi pemerintah Rusia di tengah sorotan internasional terhadap perekrutan warga asing.
Meski demikian, perhatian dunia turut tertuju pada kebijakan baru yang diterapkan Moskow. Melalui Executive Order No. 821 yang diteken Presiden Vladimir Putin, pemohon izin tinggal tetap atau kewarganegaraan dari kalangan pria asing diwajibkan memenuhi persyaratan administrasi kedinasan militer. Aturan tersebut membuat banyak migran berada pada pilihan sulit antara memenuhi kewajiban militer atau meninggalkan Rusia.
Berbagai temuan tersebut memperlihatkan bahwa narasi mengenai "istri gratis" dan uang tunai hanyalah informasi palsu yang berpotensi menjerumuskan korban ke dalam eksploitasi maupun risiko konflik bersenjata. Masyarakat diimbau tidak mudah tergiur oleh tawaran yang tidak masuk akal, serta selalu memverifikasi setiap informasi melalui jalur resmi sebelum memutuskan bekerja atau bermigrasi ke luar negeri. (*)