Operasi Maraton DVI KM Virgo Transport 8, 25 Jenazah Berhasil Diidentifikasi

photo author
Syamsir Anchi, Metro Selebes
- Sabtu, 26 September 2026 | 13:39 WIB
FOTO: Tampak tim DVI berhasil mengidentifikasi 25 jenazah korban KM Virgo Transport 8. Sampel korban yang belum dikenali dikirim ke Mabes Polri. (Dok.divisihumaspolri)
FOTO: Tampak tim DVI berhasil mengidentifikasi 25 jenazah korban KM Virgo Transport 8. Sampel korban yang belum dikenali dikirim ke Mabes Polri. (Dok.divisihumaspolri)

Inti berita:

• 25 jenazah korban KM Virgo Transport 8 telah teridentifikasi.

• Sampel korban yang belum dikenali dikirim ke Mabes Polri untuk pemeriksaan DNA.

 

METROSELEBES.com, BANJARMASIN – Duka tragedi tenggelamnya KM Virgo Transport 8 masih menyelimuti keluarga korban. Di tengah pencarian yang belum berakhir, tim Disaster Victim Identification (DVI) terus bekerja mengungkap identitas para korban yang ditemukan di perairan.

Tim DVI Bidokkes Polda Kalimantan Selatan bersama Pusdokkes Polri yang bekerja di Instalasi Forensik RS Bhayangkara Banjarmasin, Jumat (25/9) telah berhasil mengidentifikasi 25 dari 45 jenazah yang sebelumnya diterima untuk proses pemeriksaan.

Baca juga: Update Kapal Virgo Transport 8: 132 Masih Hilang, 6 Orang Meninggal dan 108 Orang Selamat

Identifikasi dilakukan melalui metode ilmiah dengan mencocokkan data post-mortem atau data korban setelah meninggal dengan data ante-mortem yang dikumpulkan dari keluarga. Metode tersebut menjadi penting karena sebagian korban ditemukan dalam kondisi yang menyulitkan proses pengenalan secara visual.

Sampel DNA Dikirim ke Mabes Polri

Karodokpol Pusdokkes Polri, Brigjen Pol dr Sumy Hastry Purwanti, D.F.M., Sp.F., mengatakan sampel dari jenazah yang belum teridentifikasi dikirim ke laboratorium DVI Mabes Polri di Jakarta.

Pengiriman tersebut merupakan bagian dari acceleration procedure atau prosedur percepatan identifikasi. "Dengan dukungan fasilitas laboratorium di Jakarta, pencocokan DNA diharapkan dapat dilakukan untuk memastikan identitas korban secara lebih akurat," ujar dr. Sumy.

Baca juga: Guruh Soekarnoputra Meninggal Dunia di Usia 73 Tahun, PDIP Kehilangan Sosok Seniman dan Pejuang Partai 

Langkah itu sekaligus menjadi upaya mengatasi kendala identifikasi secara visual. Kondisi jenazah dan lamanya korban berada di perairan membuat proses pengenalan membutuhkan pemeriksaan lebih mendalam melalui data genetika.

Penanganan Perkara Beralih ke Mabes Polri

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Syamsir Anchi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X