pendidikan

FH Unhas Jajaki Riset Resolusi Konflik dengan Georgetown University

Jumat, 18 September 2026 | 16:58 WIB
FOTO: Tampak Unhas menjajaki kerja sama dengan Georgetown University untuk mengembangkan riset resolusi konflik dan pembangunan perdamaian. (Dok.FH Unhas)

Inti berita:

• FH Unhas dan Georgetown University menjajaki kolaborasi akademik.

•Potensi riset bersama mengenai resolusi konflik dan pembangunan perdamaian di Indonesia Timur.

 

METROSELEBES.com, WASHINGTON, D.C -Persoalan konflik dan perdamaian di Indonesia Timur mulai dibawa ke meja pembicaraan akademik internasional. Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (FH Unhas) menjajaki peluang kerja sama dengan Georgetown University, Amerika Serikat, yang salah satu pembahasannya mengarah pada pengembangan riset resolusi konflik di kawasan Indonesia Timur.

Penjajakan itu berlangsung Kamis (17/9/2026), mempertemukan delegasi FH Unhas dengan Georgetown University School of Foreign Service – Asia Pacific. FH Unhas diwakili Wakil Dekan Bidang Kemitraan, Riset, Inovasi dan Alumni Prof. Dr. Birkah Latif, S.H., M.H., LL.M., Dr. Andi Tenri Famauri Rifai, S.H., M.H., serta Dr. Kadarudin, S.H., M.H., CLA. Sementara Georgetown menghadirkan Adjunct Prof. Daniel A. Bowman dan Prof. Yuhki Tajima, founding Rector Georgetown SFS Asia Pacific sekaligus Associate Professor di Edmund A. Walsh School of Foreign Service.

Baca juga: Pakar Jepang Ungkap Banjir Tak Bisa Dilawan dengan Tanggul Saja, Unhas Soroti Pengaman Berlapis 

Ketertarikan terhadap Indonesia Timur menjadi salah satu titik penting dalam pertemuan tersebut. Kawasan ini memiliki dinamika sosial, politik, hukum dan keamanan yang kompleks sehingga dapat menjadi ruang kajian untuk isu conflict prevention, conflict resolution, peacebuilding, perlindungan HAM hingga tata kelola pembangunan.

“Kami melihat ada ruang yang sangat terbuka untuk mengembangkan riset bersama, khususnya terkait resolusi konflik dan pembangunan perdamaian di Indonesia Timur. Perspektif lokal yang dimiliki FH Unhas dapat dipertemukan dengan pengalaman dan perspektif global Georgetown University,” ujar Prof. Birkah kepada MetroSelebes.com, Jumat (18/9/2026).

Baca juga: BKGN 2026 Tak Lagi Sekadar Sikat Gigi, FKG dan RSGM Bergerak ke Pesantren hingga Komunitas Ibu 

Posisi FH Unhas di kawasan Indonesia Timur menjadi salah satu modal dalam penjajakan tersebut. Pengalaman akademik serta jejaring penelitian yang bersentuhan dengan persoalan hukum, masyarakat, HAM dan pembangunan dinilai dapat menjadi basis untuk mengembangkan penelitian yang menggabungkan perspektif hukum dengan pendekatan multidisipliner.

Tak hanya riset, kedua pihak juga membahas sejumlah kemungkinan kerja sama akademik, mulai dari guest lecture, visiting scholars, pertukaran mahasiswa dan akademisi, publikasi kolaboratif hingga penyelenggaraan forum akademik bersama. Meski demikian, seluruh agenda tersebut masih berada pada tahap penjajakan dan belum menjadi program kerja sama yang telah direalisasikan.

Baca juga: Rencana Pelantikan HPMM Cabang Bungin Didorong Pendiri, Ditargetkan Akhir September 2026

Langkah berikutnya akan diarahkan pada komunikasi teknis untuk menentukan bidang prioritas serta bentuk kolaborasi yang memungkinkan dijalankan secara konkret dan berkelanjutan. Jika terealisasi, kerja sama tersebut dapat mempertemukan pengalaman lokal FH Unhas dengan perspektif global Georgetown dalam mengkaji konflik, perdamaian dan pembangunan di Indonesia Timur dalam konteks Asia Pasifik. (*)

Halaman:

Tags

Terkini