Inti berita:
• Telaga Wisata Maccopa di Maros dikembangkan alumni Unhas, Naja.
• Mengusung konsep agrowisata tiga dimensi.
• Memadukan pemancingan, petik buah dan peternakan di lahan sekitar satu hektare.
METROSELEBES.com, MAROS – Suasana hijau, kolam pemancingan dan deretan tanaman buah menyambut pengunjung yang datang ke Telaga Wisata Maccopa di Bonto Matene, Kecamatan Mandai, Maros. Tempat ini bukan sekadar lokasi memancing, tetapi berkembang menjadi kawasan agrowisata yang memadukan wisata air, petik buah hingga peternakan.
Gagasan tersebut dirintis pemilik Telaga Wisata Maccopa, Naja, melalui perjalanan yang cukup panjang. Kepada METROSELEBES.com, Naja mengatakan konsep yang dibangunnya adalah agrowisata tiga dimensi, yakni kolam mancing, petik buah dan peternakan dalam satu kawasan.
Baca juga: Mahfud MD Buka Suara, Mengapa KPK Belum Periksa Nusron dalam Kasus HGB
“Semuanya konsepnya tiga dimensi, ada pemancingan atau wisata air, petik buah, dan berternak,” kata Naja kepada METROSELEBES.com, Ahad (20/9/2026).
Alumni Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin (Unhas) angkatan 1984 itu mengaku tidak serta-merta membangun kawasan wisata tersebut. Pada 2011, ia mulai meninjau lokasi sebelum perlahan membeli lahan dan akhirnya menetap di kawasan tersebut pada 2013.
Baca juga: Nusron Sudah 6 Bulan Tinggalkan Pengurus Golkar, Sekjen Tak Tahu Alasannya
Lahan sekitar satu hektare tersebut, menurut Naja, awalnya dibeli secara bertahap dari tujuh orang pemilik lahan yang berbeda. Setelah seluruh bidang berhasil diperoleh, lahan kemudian disatukan dan dikembangkan secara perlahan hingga menjadi kawasan seperti sekarang. Letaknya yang relatif dekat dari Makassar dan kawasan Bandara Maros menjadi salah satu pertimbangan dalam pengembangannya.
Baca juga: Jenazah Aris Sanda Tiba di Toraja Utara, Korban Penembakan OPM Danau Habema Dimakamkan Hari Ini
Konsep Tiga Dimensi