Inti berita:
• BMKG mengingatkan ancaman cuaca ekstrem 5-7 September 2026.
• Sumatera Utara berstatus Siaga hujan lebat dan sejumlah provinsi lain berpotensi diterjang angin kencang.
METROSELEBES.com, JAKARTA – Langit yang mendung bukan sekadar pertanda hujan bagi sejumlah wilayah Indonesia pada akhir pekan ini. Di balik perubahan cuaca tersebut, ancaman bencana hidrometeorologi masih mengintai, mulai dari hujan lebat hingga angin kencang.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperbarui peringatan dini cuaca untuk periode 5-7 September 2026. Dalam pembaruan tersebut, Sumatera Utara menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian serius karena potensi hujan lebat hingga sangat lebat.
Pada Sabtu (5/9), status Siaga untuk ancaman hujan ekstrem di Sumatera Utara mencakup Kabupaten Karo, Langkat, dan Deli Serdang. Hujan dengan intensitas tinggi di kawasan tersebut berpotensi memicu dampak lanjutan seperti luapan sungai dan tanah longsor yang dapat mengganggu aktivitas warga maupun fasilitas umum.
Namun, ancaman tidak berhenti pada hujan. Ketika potensi hujan ekstrem di sejumlah wilayah diperkirakan menurun pada 6-7 September, risiko angin kencang justru perlu mendapat perhatian. Sejumlah daerah seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, Lampung, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan hingga Sulawesi Utara masuk dalam wilayah yang berpotensi mengalami angin kencang.
Baca juga: KPK Terima 2.526 Aduan, Setyo Budiyanto: Pengaduan Masyarakat Fondasi Pemberantasan Korupsi
Perubahan pola ancaman tersebut membuat masyarakat diminta tidak menganggap meredanya hujan ekstrem sebagai tanda seluruh risiko telah berakhir. Pohon atau papan reklame yang rawan tumbang, bangunan yang tidak kokoh, serta kawasan pesisir dan dataran terbuka tetap perlu diwaspadai ketika angin menguat.
BMKG menekankan bahwa kesiapsiagaan menjadi bagian penting dalam menghadapi kondisi cuaca yang cepat berubah. “Kesiapsiagaan adalah kunci dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi dan cuaca ekstrem,” demikian imbauan BMKG melalui pernyataan resminya yang dikutip MetroSelebes.com, Sabtu (5/9/2026).
Baca juga: Tiga Terduga Pembobol Gedung Walet Ditangkap di Wajo, Polisi Kejar Satu DPO
Dengan kondisi tersebut, masyarakat di wilayah yang masuk dalam peringatan dini diminta terus memantau informasi cuaca terbaru dan mengantisipasi potensi dampak di lingkungan masing-masing. Kewaspadaan tidak hanya diperlukan saat hujan turun, tetapi juga ketika angin kencang mulai terjadi agar risiko terhadap keselamatan maupun kerugian material dapat ditekan. (*)