Inti berita:
• Warga Baroko, Enrekang, menggelar kirab Merah Putih sepanjang 100 meter sebagai bentuk semangat nasionalisme dan kesetiaan terhadap NKRI pada HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
METROSELEBES.com, SULSEL– Derap langkah warga yang serentak membawa bendera Merah Putih di sepanjang rute kirab Enrekang menjadi pemandangan menarik. Di tengah riuh perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, simbol kebangsaan kembali menjadi sorotan. Ketika Aceh diwarnai pengibaran bendera Bulan Bintang, Papua dengan simbol Bintang Kejora, dan Kalimantan dengan identitas Borneo, masyarakat Sulawesi Selatan justru memilih cara berbeda dalam mengekspresikan nasionalisme: membentangkan Merah Putih sepanjang 100 meter.
Aksi tersebut datang dari warga Kecamatan Baroko, Kabupaten Enrekang. Dengan semangat gotong royong, masyarakat menggelar Kirab Bendera Merah Putih raksasa secara estafet dari halaman Kantor Desa Baroko menuju Lapangan Bubunbia yang digelar, Kamis (13/8/2026).
Baca juga: Sejarah Baru Tercipta: Indonesia Ekspor 200 Ribu Ton Beras ke Malaysia, Jadi Kado Kemerdekaan ke-81
Bendera sepanjang 100 meter itu diarak melewati sejumlah wilayah, mulai Desa Benteng Alla, Desa Patongloan, Desa Benteng Alla Utara hingga Desa Tongko. Panitia menyiapkan delapan pos sebagai titik pergantian pembawa bendera sepanjang perjalanan.
Yang menarik, kirab tersebut tidak hanya melibatkan pemerintah setempat. Tokoh adat, masyarakat, pemuda hingga pelajar ikut ambil bagian. Mereka bersama-sama membawa simbol kebangsaan itu dalam suasana penuh semangat dan kekompakan.
"Kami tetap setia pada Merah Putih, tapi ucapan saja tidak cukup, makanya kami membuktikan dengan cara kami sendiri," ujar salah seorang peserta kirab.
Pesan yang muncul dari Baroko cukup jelas: di tengah beragam ekspresi identitas daerah di sejumlah wilayah Indonesia, masyarakat Sulsel memilih menunjukkan rasa kebangsaannya melalui Merah Putih.
Baca juga: Hari Damai Aceh ke-21 Berubah Tegang, 10 Tuntutan Massa Soroti Syariat, SDA hingga Masa Depan Aceh
Semangat itu semakin terasa ketika rombongan tiba di Lapangan Bubunbia. Bupati Enrekang, H. Muh. Yusuf Ritangnga, hadir langsung menyambut kedatangan kirab. Tidak sekadar berdiri di garis finis, sang bupati turut berjalan kaki bersama masyarakat meramaikan rangkaian kegiatan.
Kirab Merah Putih sepanjang 100 meter tersebut akhirnya menjadi lebih dari sekadar perayaan HUT RI. Dari Baroko, Enrekang, masyarakat Sulawesi Selatan memperlihatkan bahwa nasionalisme juga bisa disuarakan dengan cara sederhana: bergotong royong, mengibarkan Merah Putih dan menegaskan bahwa semangat kebangsaan tetap hidup di tengah masyarakat. (*)