Melalui RAPBN 2026, pemerintah menargetkan kontribusi koperasi bisa naik hingga 8% dalam lima tahun ke depan.
Selain itu, program koperasi Merah Putih juga dirancang untuk mendorong kemandirian desa.
Pemerintah akan mendorong setiap desa memiliki koperasi aktif yang terhubung dengan koperasi di tingkat kabupaten/kota, sehingga tercipta jaringan ekonomi rakyat yang solid.
Baca Juga: RAPBN 2026: Delapan Agenda Prioritas Prabowo untuk Indonesia Maju
Presiden Prabowo menekankan bahwa penguatan koperasi bukan sekadar program ekonomi, tetapi juga upaya membangun solidaritas sosial dan kemandirian bangsa.
“Kalau koperasi kuat, rakyat kuat. Dan kalau rakyat kuat, negara akan kokoh,” tegasnya.
Sebagai pembanding, dukungan untuk koperasi dalam APBN 2025 masih terbatas pada program pemberdayaan UMKM.
Baca Juga: Bupati Parigi Moutong Ingatkan PPPK: Jangan Gadaikan SK, Fokus pada Kinerja
Dengan masuknya koperasi Merah Putih sebagai prioritas dalam RAPBN 2026, pemerintah ingin mengembalikan roh ekonomi Pancasila yang menempatkan rakyat sebagai pelaku utama pembangunan.***