BEIJING, METROSELEBES.COM - Dalam pembukaan pertemuan tahunan ke-10 Dewan Gubernur Bank Investasi Infrastruktur Asia (Asian Infrastructure Investment Bank AIIB) di kantor pusat AIIB, Beijing, Indonesia kembali menunjukkan peran strategisnya di panggung internasional.
Menteri Keuangan RI Srimulyani menjadi satu-satunya pembicara utama mewakili 110 negara anggota AIIB dalam sesi pleno, menyampaikan refleksi atas satu dekade perjalanan AIIB dan menyuarakan harapan ke depan.
Acara ini dibuka oleh Perdana Menteri Republik Rakyat Tiongkok (RRT), H.E. Premier Li Qiang, yang kemudian dilanjutkan oleh pidato Presiden AIIB, Mr. Jin Liqun, serta Gubernur tuan rumah untuk China sekaligus Ketua Dewan Gubernur AIIB, H.E. Mr. Lan Fo’an.
Baca Juga: Juli 2025, Sekolah Rakyat Baru Siap Sambut Siswa: Renovasi Nasional Capai 83%
Dalam pidatonya, Menteri Keuangan Indonesia menekankan pentingnya pemerataan global, menyoroti peran AIIB sebagai bank pembangunan multilateral yang kini beranggotakan 110 negara.
Sejak pendiriannya, AIIB telah menyalurkan pinjaman senilai lebih dari USD 60 miliar untuk mendanai 315 proyek infrastruktur.
Proyek-proyek ini tersebar di berbagai sektor, mulai dari transportasi, energi terbarukan, sanitasi, hingga pembangunan konektivitas digital.
Baca Juga: Lompatan Energi Hijau: Proyek Baterai Listrik Terbesar RI Resmi Dimulai
Kebutuhan pendanaan infrastruktur global untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) diperkirakan mencapai USD 4 triliun.
Indonesia menyampaikan urgensi memperkuat kemitraan dan pendanaan pembangunan infrastruktur yang inklusif dan berkelanjutan, terlebih di tengah tantangan global saat ini, seperti perubahan iklim, ketimpangan digital, dan pemulihan pascapandemi.
AIIB dipandang sebagai lembaga strategis yang diharapkan memperkuat kerja sama multilateral berdasarkan prinsip equal partnership, penghormatan terhadap posisi sejajar antarnegara, serta transparansi dan akuntabilitas.
Baca Juga: Superhero Sejati dari Rumah : Keluarga Pilar Indonesia Maju
Indonesia, sebagai negara pendiri AIIB dan salah satu pemegang saham aktif, terus berkontribusi secara konstruktif dalam kerja sama internasional, sejalan dengan amanat pembukaan UUD 1945 yang menekankan keadilan sosial, perdamaian abadi, dan kemerdekaan.