KARAWANG, METROSELEBES.COM – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan peletakan batu pertama pembangunan Ekosistem Industri Baterai Listrik Terintegrasi yang digarap oleh Konsorsium ANTAM–IBC–CBL.
Proyek ini merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) dan menjadi tonggak penting dalam mewujudkan swasembada energi di Indonesia.
Proyek yang berlokasi di Karawang, Jawa Barat ini mencakup area seluas 3.023 hektar, dengan nilai investasi mencapai USD 5,9 miliar atau setara dengan Rp95 triliun.
Baca Juga: Superhero Sejati dari Rumah : Keluarga Pilar Indonesia Maju
Investasi ini melibatkan kerja sama strategis antara Indonesia dan mitra dari Amerika Serikat, dan mencakup rantai industri baterai listrik dari hulu hingga hilir.
Tidak hanya berdampak pada sektor energi, proyek ini juga diproyeksikan menyerap hingga 8.000 tenaga kerja langsung, menjadikannya sebagai katalis pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.
Dalam sambutannya, Presiden menekankan bahwa pengembangan industri baterai listrik ini menjadi bagian dari strategi besar bangsa dalam menjalankan hilirisasi sumber daya alam dan meningkatkan nilai tambah di dalam negeri.
Baca Juga: Dari Rumah Menuju Bangsa Maju: Pesan Hari Keluarga Nasional dari Kemensos
Sebagai tambahan, menurut data Kementerian Investasi/BKPM, Indonesia menargetkan untuk menjadi pemain utama dalam rantai pasok global kendaraan listrik (EV) pada 2030.
Ekosistem industri baterai ini akan memanfaatkan cadangan nikel Indonesia yang merupakan salah satu terbesar di dunia.
Berdasarkan data dari U.S. Geological Survey (2023), Indonesia memiliki cadangan nikel terbesar global, mencapai 21 juta ton.
Baca Juga: Dari Rumah Menuju Bangsa Maju: Pesan Hari Keluarga Nasional dari Kemensos
Presiden juga menegaskan bahwa hilirisasi ini bertujuan untuk membawa manfaat maksimal bagi rakyat, bukan sekadar ekspor bahan mentah.