JAKARTA, METROSELEBES.COM – Peringatan Hari Keluarga Nasional menjadi momen penting bagi Kementerian Sosial (Kemensos) untuk menegaskan kembali peran strategis keluarga dalam membentuk ketahanan sosial masyarakat.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyampaikan bahwa Hari Keluarga bukan sekadar seremoni, melainkan pengingat bahwa keluarga adalah fondasi utama pembangunan bangsa.
Dalam pernyataannya yang disampaikan melalui media sosial resmi Kemensos, Gus Ipul menekankan bahwa keluarga harus menjadi tempat paling aman, membahagiakan, dan menjadi pusat pendidikan karakter.
Baca Juga: Minyakita Diperkuat: Pemerintah Siapkan Strategi Zonasi dan Distributor Utama untuk Tekan Harga
Ia menyebut bahwa pemerintah melalui Kemensos terus berkomitmen memperkuat ketahanan keluarga dengan berbagai langkah nyata, seperti bantuan sosial, pemberdayaan ekonomi, serta perlindungan khusus bagi anak-anak dan lansia.
Pesan Hari Keluarga ini bukan hanya relevan secara sosial, tapi juga diperkuat oleh data BPS tahun 2023 yang menunjukkan bahwa rumah tangga dengan tingkat ketahanan ekonomi dan sosial tinggi memiliki korelasi erat dengan partisipasi keluarga dalam pendidikan anak dan keterlibatan aktif dalam kegiatan komunitas.
Kemensos telah menyalurkan berbagai program dukungan seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), yang hingga awal 2025 tercatat telah menjangkau lebih dari 10 juta keluarga di seluruh Indonesia.
Baca Juga: Bongkar Mafia Beras: 212 Produsen Nakal Terancam Proses Hukum
Hal ini menunjukkan bahwa pembangunan kesejahteraan nasional memang harus dimulai dari penguatan struktur terkecil dalam masyarakat: keluarga.
“Mari kita jaga keluarga kita, jadikan rumah kita sebagai tempat paling membahagiakan. Dari keluarga yang kuat, kita wujudkan Indonesia yang maju,” pesan Gus Ipul dalam penutup pidatonya.
Peringatan Hari Keluarga Nasional tahun ini mengangkat semangat kolaborasi antar generasi dan penguatan nilai-nilai luhur keluarga sebagai kunci membangun masa depan bangsa.***