nasional

Jagung NTB Tembus Blitar: Strategi Bapanas Jaga Harga dan Penuhi Pakan Ternak

Selasa, 27 Mei 2025 | 18:58 WIB
Badan Pangan Nasional (Bapanas) kembali mengambil langkah strategis melalui penyerapan jagung petani dari Nusa Tenggara Barat (NTB), khususnya dari Kabupaten Bima, untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak layer di Kabupaten Blitar, Jawa Timur. (Instagram badanpangannasional)

 

JAKARTA, METROSELEBES.COM – Badan Pangan Nasional (Bapanas) kembali mengambil langkah strategis melalui penyerapan jagung petani dari Nusa Tenggara Barat (NTB), khususnya dari Kabupaten Bima, untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak layer di Kabupaten Blitar, Jawa Timur.

Program ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga kestabilan Harga Jagung sekaligus menjamin ketersediaan pasokan bagi sektor peternakan unggas.

Penyerapan jagung ini dilakukan menggunakan skema business to business (B2B) antara pelaku usaha di daerah produsen dan konsumen.

Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi, menegaskan bahwa menjaga harga jagung tetap menguntungkan bagi petani merupakan prioritas utama pemerintah.

Baca Juga: Empat Srikandi Belanda Resmi Jadi WNI, Siap Perkuat Timnas Sepak Bola Putri Indonesia

Selain itu, langkah ini juga bertujuan memastikan peternak tidak mengalami kekurangan pasokan, terutama di masa-masa kritis produksi.

Sebanyak 450 ton jagung dimobilisasi dari Bima ke Blitar dalam dua tahap, masing-masing sebesar 225 ton, menggunakan moda kapal tongkang.

Mobilisasi ini menjadi bagian penting dalam menciptakan rantai pasok jagung nasional yang lebih efektif dan efisien.

NTB sebagai Produsen Strategis

NTB sendiri merupakan produsen jagung ke-4 terbesar secara nasional, dengan kontribusi signifikan sebesar 7,99% terhadap total produksi jagung Indonesia. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, produksi jagung NTB pada Januari–Juni 2025 mencapai 769 ribu ton, dan ditargetkan menyentuh 1,2 juta ton sepanjang tahun ini.

Baca Juga: ASN Kementerian Koperasi Resmi Bertugas: Langkah Awal Menuju Birokrasi Profesional dan Inovatif

Sebagai perbandingan, total produksi jagung nasional tahun 2024 mencapai 15,1 juta ton.

Upaya penyerapan jagung ini tidak hanya berdampak pada harga di tingkat petani, tetapi juga memperkuat sinergi antarwilayah antara daerah penghasil dan daerah konsumen.

Halaman:

Tags

Terkini

Prabowo Tegaskan Komitmen Rakyat dan Keamanan Nasional

Selasa, 2 September 2025 | 19:20 WIB