BANJARNEGARA, METROSELEBES.COM - Dalam Dialog Pilar Sosial yang berlangsung di Pendopo Dipayudha Adigraha, Banjarnegara, pada Minggu (25/05/2025), Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), menyampaikan lima arahan strategis kepada para pendamping dan pilar sosial.
Arahan tersebut menjadi penegasan penting akan peran mereka dalam memperkuat fondasi sosial masyarakat Indonesia.
Melalui unggahan di akun resmi @kemensosri dan @gusipul_id, dialog ini memperlihatkan wajah-wajah muda yang hadir dan mencerminkan semangat perubahan di akar rumput.
Baca Juga: Presiden RI Disambut Meriah di Malaysia, Hadiri KTT ASEAN ke-46 Bahas Inklusivitas dan Ekonomi Hijau
Dalam suasana yang sederhana namun penuh makna, Gus Ipul menyampaikan pesan mendalam tentang arti pengabdian sosial.
Arahan pertama menekankan bahwa pendamping sosial memiliki peran sebagai penjaring harapan masyarakat melalui pendekatan pendidikan berbasis komunitas, yang ia sebut sebagai “sekolah rakyat”.
Pendamping diharapkan mampu menggali dan menumbuhkan harapan baru bagi warga miskin dan rentan.
Arahan kedua menggarisbawahi pentingnya drone checking citizen atau proses verifikasi dan validasi data yang lebih mendalam.
Gus Ipul menegaskan bahwa tidak boleh ada satu pun warga miskin tercecer dari intervensi negara hanya karena data yang tidak akurat. Ini bukan soal administratif belaka, melainkan keadilan sosial.
Ketiga, Gus Ipul mendorong pencapaian target graduasi minimal 10 KPM (Keluarga Penerima Manfaat) per tahun dari penerima bantuan menjadi warga mandiri.
Graduasi ini menjadi indikator keberhasilan pendampingan sosial dan simbol bahwa bantuan negara telah mengangkat martabat warga.
Baca Juga: 8 Kesalahan Umum dalam Pengelolaan Koperasi Desa yang Harus Dihindari