GARUD, METROSELEBES.COM – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) tengah melakukan investigasi menyeluruh terkait insiden ledakan tragis yang terjadi di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, pada Senin pagi (12/5/2025).
Baca Juga: Indonesia Siap Guncang Dunia: Kejuaraan Voli Putri U-21 Pertama dengan 24 Tim Hadir di Surabaya
Ledakan di Garud itu terjadi sekitar pukul 09.30 WIB di area milik Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), saat dilakukan pemusnahan amunisi kadaluarsa oleh jajaran Gudang Pusat Amunisi (Gupusmu) III Peralatan TNI AD.
Akibat insiden tersebut, sebanyak 13 orang dilaporkan meninggal dunia. Mereka terdiri dari 4 prajurit TNI AD dan 9 warga sipil.
Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigjen TNI Wahyu Yudhayana, menyatakan bahwa penyebab ledakan masih dalam proses penyelidikan internal.
“Kami akan melaksanakan investigasi secara menyeluruh atas kejadian ini. Informasi lebih lanjut akan disampaikan setelah ada perkembangan dari hasil penyelidikan,” ujar Wahyu dalam keterangan tertulis, Selasa (12/5/2025).
Atas nama institusi, Wahyu menyampaikan duka mendalam atas jatuhnya korban jiwa, baik dari kalangan militer maupun warga sipil.
“Kami mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga seluruh korban. Prajurit yang gugur adalah prajurit berdedikasi tinggi, dan kami turut berduka atas meninggalnya masyarakat sipil dalam insiden ini,” tutupnya. ***