Jawa Barat (Jabar): 146.666 Ha, produksi 87.548 ton
Maluku: 114.738 Ha, produksi 108.157 ton
Nusa Tenggara Timur (NTT): 132.256 Ha, produksi 64.934 ton
Baca Juga: Rasanya Manis, Khasiatnya Fantastis! Ini Rahasia Sehat di Balik Nanas dan Nastar
Data ini memperlihatkan bahwa potensi kelapa tidak hanya terkonsentrasi di satu pulau, namun tersebar merata di berbagai wilayah, mulai dari Sumatera hingga Indonesia Timur.
Potensi Ekspor dan Nilai Ekonomi Kelapa
Dalam laporan dari Kementerian Pertanian RI, kelapa merupakan komoditas perkebunan strategis yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
Indonesia menempati posisi sebagai produsen kelapa terbesar di dunia, mengungguli negara-negara tropis lainnya.
Baca Juga: Rahasia Buah-Buahan Penurun Kolesterol, Cocok untuk Menyeimbangkan Menu Lebaran yang Berlemak
Ekspor produk turunan kelapa seperti minyak kelapa, santan, arang tempurung, dan cocopeat memberikan kontribusi signifikan bagi devisa negara.
Selain itu, menurut [FAO (Food and Agriculture Organization)], kelapa dari Indonesia memiliki kualitas tinggi yang diminati pasar global, terutama di negara-negara Eropa dan Timur Tengah.
Ini membuka peluang ekspor yang luas, khususnya dalam mendorong hilirisasi produk kelapa.
Baca Juga: Bukan Cuma Santan! Ternyata Kelapa Indonesia Jadi Rebutan Dunia, Ini Buktinya
Dengan potensi lahan dan produksi sebesar itu, serta peluang pasar ekspor yang terus terbuka, Indonesia—terutama Riau dan provinsi penghasil kelapa lainnya—memiliki peran vital dalam mendukung pertumbuhan ekonomi sektor perkebunan.
Dukungan pemerintah dalam bentuk pelatihan petani, inovasi teknologi, dan pengembangan hilirisasi menjadi kunci keberlanjutan industri kelapa nasional.***