JAKARTA, METROSELEBES.COM - Dalam suasana penuh kehangatan dan makna, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bersama Inspektur Jenderal, Dirjen Perumahan Perkotaan, serta Komisioner BP Tapera menggelar diskusi intensif dengan para pimpinan asosiasi pengembang nasional.
Pertemuan ini membahas percepatan Program 3 Juta Rumah yang menjadi prioritas utama pemerintah untuk menyediakan hunian berkualitas bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Turut hadir dalam diskusi tersebut para pimpinan asosiasi pengembang seperti Joko Suranto (REI), Junaidi Abdillah (Apersi), Ari Tri Priyono (Himperra), Andriliawan Muhammad (Appernas Jaya), dan Syawali Pratna (Asprumnas).
Mereka sepakat bahwa rumah subsidi tak cukup hanya dibangun, tetapi harus kokoh, sehat, hemat energi, serta ramah lingkungan.
Diskusi ini juga menyoroti berbagai tantangan dalam pembangunan rumah subsidi, mulai dari keterbatasan lahan hingga kerumitan perizinan.
Namun, semangat kolaborasi menghasilkan langkah konkret berupa penyederhanaan prosedur, efisiensi proses, dan sinergi lintas sektor.
Dengan semangat gotong royong, Kementerian PKP dan para pengembang berkomitmen memastikan rumah subsidi menjadi tempat tinggal yang memberi harapan dan masa depan, bukan sekadar bangunan.***