nasional

Menag Yaqut Bahas Potensi Zakat dan Wakaf dalam Kunjungan ke Uni Emirat Arab

Sabtu, 28 September 2024 | 06:29 WIB
Menag Yaqut Bahas Potensi Zakat dan Wakaf dalam Kunjungan ke Uni Emirat Arab

METRO SELEBES.COM - Menteri Agama RI, Yaqut Cholil Qoumas, bertemu dengan Omar Habtoor Al Darei, Kepala Otoritas Umum Urusan Islam, Wakaf, dan Zakat Uni Emirat Arab (UEA) dalam kunjungannya ke Dubai.

Pertemuan tersebut fokus pada pembahasan pengembangan potensi zakat dan wakaf, yang memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan umat.

Di Indonesia, potensi zakat mencapai Rp327 triliun, namun hingga saat ini yang berhasil terhimpun baru sekitar Rp33 triliun.

Baca Juga: Prabowo Subianto Sampaikan Terima Kasih Untuk Komisi I DPR RI atas Penyelesaian RUU Kerja Sama Pertahanan dengan Lima Negara

Sedangkan potensi aset wakaf di Indonesia dilaporkan mencapai Rp2.000 triliun, dengan potensi wakaf uang sebesar Rp180 triliun.

"Potensi zakat dan wakaf yang besar ini menjadi perhatian utama kami untuk dikembangkan demi kesejahteraan umat," kata Yaqut di Abu Dhabi, Kamis (26/9/2024).

Diskusi dengan Otoritas UEA juga meliputi berbagai inisiatif untuk memperkuat pengelolaan zakat dan wakaf di Indonesia.

Baca Juga: Transisi Pengawasan Sistem Merit ASN Pasca Alih Fungsi KASN ke BKN Berjalan Lancar

Menag juga didampingi oleh Dirjen Bimas Islam Kamaruddin, Staf Khusus Menteri Agama Abdul Qodir, serta Juru Bicara Kemenag, Sunanto.

Yaqut mengungkapkan bahwa UEA telah melakukan berbagai terobosan dalam pengembangan zakat dan wakaf, termasuk beberapa program yang dikerjasamakan dengan Kementerian Agama RI.

Salah satu kerja sama yang signifikan adalah pengiriman imam masjid dari Indonesia ke UEA sejak 2019, di mana Indonesia telah mengirim 140 imam.

Baca Juga: Kementerian Agama Siapkan Anggaran Rp.848 Miliar untuk Pembangunan Madrasah melalui SBSN pada 2025

Program ini tidak hanya memperkuat hubungan bilateral antara kedua negara, tetapi juga menjadi kontribusi Indonesia dalam menyebarkan nilai-nilai Islam yang moderat dan toleran. "Program ini memberi kesempatan bagi para imam untuk belajar dan bertukar pengalaman dengan ulama di UEA," jelas Yaqut.

Selain itu, Indonesia juga mengirim dai untuk mengikuti program daurah keagamaan di UEA, dengan dua angkatan yang melibatkan 40 peserta sepanjang 2024.

Halaman:

Tags

Terkini

Prabowo Tegaskan Komitmen Rakyat dan Keamanan Nasional

Selasa, 2 September 2025 | 19:20 WIB