Kakankemenag Aceh Besar Saifuddin mengatakan, para ASN yang menunaikan ibadah haji tahun ini harus fokus beribadah dan bersyukur atas panggilan haji.
"Bapak dan ibu jemaah maupun petugas, seluruh calon jemaah haji tahun ini adalah orang-orang terpilih yang mendapat panggilan Allah SWT untuk menunaikan ibadah haji di Tanah Suci, Kota Makkah Al-Mukarramah dan juga berziarah ke makam baginda Rasulullah SAW di Madinah Al-Munawwarah," kata Saifuddin didampingi Kasubbag TU Khalid Wardana.
Dia menjelaskan, setiap jemaah haji tentunya mendambakan predikat mabrur. Karena itu ada beberapa hal yang harus dilakukan jemaah untuk meraih mabrur haji di antaranya memperbaiki dan meluruskan niat beribadah karena Allah swt.
Karena pelaksanaan ibadah haji adalah sebagai bentuk ketaatan terhadap perintah agama dan pemenuhan rukun Islam kelima, bukan untuk menaikkan status sosial atau sekadar pamer kesalihan, apalagi juga bukan karena gengsi dan riya.
Baca Juga: Rekrutmen Bintara 2024 Bisa Di Ikuti Oleh Disabilitas, Dengan Jumlah Pelamar 37 Orang
"Fokus pada hal yang substantif selama berhaji, pikiran dan energi untuk melakukan rukun haji dan wajib haji secara khusyu'. Kami do'akan semoga menjadi haji mabrur, dimudahkan semuanya dalam aktivitas ibadah di tanah suci, dan do'akan kami disini serta kebaikan untuk negara dan lembaga kita," ujarnya lagi.
Saifuddin mengatakan, ibadah haji merupakan ibadah yang sangat dahsyat, membutuhkan kemampuan fisik, finansial dan kesabaran.
"Termasuk juga sabar menunggu antrian selama bertahun-tahun. Haji merupakan ibadah badaniyah, ibadah ruhaniyah, dan juga ibadah maliyah, serta salah satu ibadah yang paling baik sebagaimana ditegaskan Rasulullah SAW dalam hadisnya," kata Saifuddin.
Ia juga menambahkan, tahun ini pemerintah masih mengusung tema Haji ramah lansia, artinya sebagian jemaah haji Indonesia merupakan lansia yang membutuhkan bantuan dan keringanan tangan dari yang lebih muda.