Inti berita:
• Atlet cilik jiu-jitsu bernama Giovanna Matoso Kohler memilih mengalah dan memberikan kemenangan kepada lawannya yang merupakan penyandang Down syndrome.
• Pertandingan resmi dalam ajang Copa Desterro, menunjukkan bahwa sportivitas, empati, dan kemanusiaan lebih berharga daripada sekadar kemenangan di atas matras.
METROSELEBES.com, BRASIL— Di atas matras, kemenangan biasanya ditentukan oleh siapa yang lebih kuat, lebih cepat, dan lebih mampu menguasai lawan. Namun, dalam sebuah pertandingan Brazilian Jiu-Jitsu (BJJ), dua atlet cilik justru memperlihatkan bahwa ada kemenangan yang jauh lebih besar daripada sekadar medali.
Momen mengharukan itu terekam dalam pertandingan anak-anak pada turnamen BJJ Copa Desterro pada Ahad (16/8/2026 di Brasil. Seorang atlet cilik perempuan yang mengenakan gi hitam (istilah pakaian dalam jiu-jitsu) bernama Giovanna Matoso Kohler (10) berhadapan dengan lawannya yang mengenakan gi putih bernama Lua (9), seorang anak perempuan dengan Down syndrome (anak berkebutuhan khusus).
Baca juga: Dinding Gudang Bulog Ruteng Jebol Diguncang Gempa M 7,7, Beras Berhamburan tapi Warga Tak Menjarah
Pertandingan baru saja dimulai ketika atlet ber-gi warna hitam, Giovanna, tampak menyadari kondisi lawannya, Lua, yang berjalan menuju arena dengan langkah terpincang-pincang. Saat wasit memberikan aba-aba dimulainya pertandingan, Giovanna tidak memanfaatkan keunggulan fisiknya untuk segera mengamankan kemenangan. Ia justru memilih menahan tenaga dan mengendalikan gerakannya, hingga memberikan kesempatan kepada Lua untuk menjatuhkannya. Pertarungan yang semestinya menjadi ajang adu kemampuan itu pun berubah menjadi sebuah pelajaran menyentuh tentang empati dan kemanusiaan.
Dengan penuh kehati-hatian, ia bahkan memberikan kesempatan kepada lawannya untuk melakukan teknik yang dikuasainya. Ketika teknik kuncian berhasil dilakukan, atlet cilik ber-gi hitam kemudian melakukan tap out, tanda menyerah dalam jiu-jitsu.
Baca juga: Emak-Emak Wali Kesorga Merah Putih Penuhi Pantai Galesong, Berangkat Naik Truk TNI
Suasana arena pun seketika berubah. Tepuk tangan penonton dan dukungan dari para pelatih terdengar mengiringi momen tersebut. Wasit kemudian menghentikan pertandingan dan memberikan kemenangan kepada atlet cilik ber-gi putih, Lua.
Namun, di balik hasil pertandingan itu, tersimpan makna yang jauh lebih besar. Anak yang memilih mengalah tersebut memang kehilangan kemenangan di atas kertas, tetapi justru memperlihatkan sesuatu yang tidak tercatat dalam papan skor: keberanian untuk menempatkan rasa kemanusiaan di atas ambisi pribadi.
@stvprs: Akun ini menuliskan komentar bijak tentang arti kesuksesan yang sesungguhnya. Ia berkomentar, "A true winner is the one that lifts those stayed behind, once he's at the top." (Pemenang sejati adalah dia yang mau mengangkat mereka yang tertinggal di belakang, ketika dia sudah berada di puncak).
Baca juga: Putusan Terbaru MK: Kuota Caleg Perempuan 30 Persen, Ini Sanksinya