METROSELEBES.COM -- Jika Anda telah berumah tangga, harus banyak belajar terkait dengan faktor - faktor yang mempengaruhi psikologi anak. Salah satunya yang dianjurkan untuk tidak dilakukan adalah bertengkar depan anak.
Anda boleh saja bertengkar dengan pasangan. Namun, harus dhindarkan bertengkar depan anak. Sebab dalam rumah tangga, tentu ada sedikit salah paham yang biasanya mengakibatkan pertengkaran.
Bertengkar depan anak sendiri akan mengganggu proses tumbuh kembang anak dan juga mengakibatkan dampak negatif lainnya.
Baca Juga: Tak Akur Lagi dengan Guardiola, Joao Cancelo Pilih Gabung Bayern Munich
Bukan cuma itu, anak - anak akan merasa sedih jika melihat orang tua mereka bertengkar secara langsung.
Dikutip dari laman Instagram Komnas Anak, jika bentakan, cacian, makian, dan tindakan kekerasan yang dilakukan orang tua dan disaksikan anak, bisa membekas kuat di ingatannya. Nah, ingatan buruk inilah yang kerap kali memengaruhi perkembangan mental bahkan karakter anak.
Menurut penelitian, bertengkar depan anak bisa menyebabkan peningkatan produksi hormon stres pada anak.
Nah, ada banyak hal negatif yang bisa ditimbulkan dari bertengkar depan anak. Berikut detailnya :
Baca Juga: Jadwal Liga 1 Pekan ke-22, Ada Bigmatch Arema FC vs PSM Makassar
Sulit Bersosialisasi dengan Orang Lain
Dampak pertama yang diakibatkan bertengkar depan anak yakni anak-anak cenderung kesulitan menjalin hubungan dengan orang lain.
Ia bahkan dapat merasa malu jika teman-temannya tahu bahwa kedua orang tuanya sering bertengkar. Akhirnya, anak akan sulit berteman dengan yang lainnya.
Baca Juga: 7 Kecamatan Bentuk Toraja Utara Barat, Ingin Pisah dari Kabupaten Induk
Merenggangnya Hubungan dengan Saudara Kandung
Pertengkaran yang dipertontonkan bisa berujung pada perceraian, hubungan anak dengan saudara kandungnya juga bisa menjadi renggang.
Perceraian mungkin saja membuat orang tua membawa salah satu anak dan akhirnya memisahkan la dengan saudara kandungnya. Ini pun bisa membuat anak kehilangan sosok Ibu atau ayah.
Merasa Cemas dan Berisiko Depresi
Baca Juga: Aktor Tampan Park Bo Gum Gabung BLACKLABEL, Bakal Main Bareng IU dalam Film You Did Good
Melihat kedua orang tuanya sering bertengkar bisa membuat anak lebih mudah cemas, bahkan depresi.
Ini berkaitan dengan pikiran negatif yang berkembang di dalam pikiran anak dan kekhawatirannya apabila pertengkaran ini akan berujung pada perceraian kedua orang tuanya.
Menjadi Lebih Nakal
Baca Juga: 8 Pelaku Narkoba Diringkus Polres Palopo, Sabu Dibeli Lewat Media Sosial
Anak bisa merasa kurang diperhatikan kalau orang tua hanya sibuk dengan konflik rumah tangganya.
Alhasil, anak akan mencari perhatian dengan caranya sendiri, misalnya dengan melakukan kenakalan di atau mencari keributan dengan teman- temannya di sekolah.
Untuk mencegah dampak negatif pada Si Kecil akibat pertengkaran kalian, ada beberapa tips yang bisa dilakukan:
Jika ada masalah, bicarakanlah dengan kepala dingin dan jangan terbawa emosi. Sebisa mungkin hindari bertengkar di depan anak. Carilah tempat yang tenang, misalnya di dalam kamar.
Baca Juga: Sambut Ramadhan 2023 yang Tinggal Beberapa Hari Lagi dengan Persiapan Ini
Bila tidak sengaja bertengkar di depan Si Kecil, katakan kepadanya bahwa Bunda dan Ayah hanya sedang berdiskusi.
Jelaskan dan yakinkan Si Kecil bahwa rumah tangga Bunda dan Ayah akan tetap baik-baik saja setelah perdebatan ini.
Demikian artikel dampak bertengkar depan anak ini dikutip Metroselebes.com dari duniaanakindonesia.com. Semoga bermanfaat untuk tetap menjaga hubungan keluarga yang harmonis. (***)
Artikel Terkait
Ini Resep Ayam Goreng Hongkong Rasa Restoran ala Chef
Katahui Bahaya Kafein Ini, Utamanya untuk Anak dan Bayi
Ini Cara Mencegah Stunting, Juga Faktor yang Mempengaruhinya