Inti berita:
• Forum “Calling Out” mahasiswa Unmul menyoroti dugaan hilangnya dana donasi, temuan botol miras di sekretariat hingga mundurnya Plt Presiden BEM.
METROSELEBES.com, SAMARINDA - Suasana Student Center Universitas Mulawarman (Unmul), Samarinda, memanas pada Rabu (23/9/2026) sore. Forum terbuka bertajuk “Calling Out” digelar mahasiswa sebagai bentuk desakan terhadap pengurus BEM KM Unmul di tengah rentetan persoalan yang dinilai membutuhkan penjelasan terbuka.
Sorotan utama massa berkaitan dengan dugaan penyalahgunaan dana hasil penggalangan bantuan untuk korban kebakaran di Muara Bengkal. Dana yang terkumpul disebut berada di kisaran Rp11,8 juta hingga Rp12,2 juta dan diduga digunakan untuk kepentingan pribadi oleh dua oknum internal BEM KM Unmul yang disebut menjabat sebagai Dirjen Sosmas dan Staf Ahli.
Baca juga: QS Ranking Jadi Pemantik, FH Unhas dan BINUS University Siapkan Kolaborasi Riset Bertaraf Global
Persoalan itu disebut telah dimediasi dan sebagian dana dikembalikan oleh pihak keluarga. Namun, penyelesaian tersebut belum meredakan tuntutan mahasiswa. Massa tetap meminta transparansi mengenai aliran dana sekaligus meminta dua orang yang diduga terlibat hadir memberikan klarifikasi secara terbuka.
Mahasiswa menilai persoalan tersebut bukan semata soal nominal uang, melainkan menyangkut pertanggungjawaban dan kepercayaan terhadap lembaga kemahasiswaan. Karena itu, forum “Calling Out” diarahkan untuk membuka persoalan secara terang sekaligus mendesak pengurus BEM KM Unmul mengambil tanggung jawab atas berbagai kontroversi yang berkembang.
Baca juga: Tiga Dekade Terpisah, Alumni SMPN 12 Makassar Angkatan 1996 Siapkan Family Gathering di Malino
Sorotan lainnya muncul setelah beredarnya foto botol yang diduga minuman keras di area gedung sekretariat organisasi. Temuan tersebut turut menuai kecaman dari lingkungan civitas akademika, termasuk Wakil Rektor III Unmul. Di tengah situasi itu, desakan terhadap kepengurusan BEM KM Unmul semakin menguat hingga muncul tuntutan agar digelar Kongres Luar Biasa (KLB).
Pada hari yang sama, Plt Presiden BEM KM Unmul Rahmatsyah Baihaqi Hakim mengunggah surat pengunduran dirinya. Dalam surat tersebut, ia menyebut tekanan psikologis dan ketidakmampuan menjaga kondusivitas internal organisasi sebagai alasan pengunduran diri. Peristiwa ini membuat forum mahasiswa berlangsung bersamaan dengan perubahan penting di tubuh kepengurusan BEM KM Unmul.
Baca juga: Diduga Ventilasi Tertutup Tembok, Aksi Bongkar Batako Berujung Kaca Jendela Pecah
Aksi kemudian berakhir tanpa klarifikasi langsung dari dua orang yang diduga terkait persoalan dana karena mereka tidak hadir di hadapan massa. Sementara itu, pihak rektorat Unmul disebut telah memberikan peringatan keras terkait kondisi organisasi, termasuk wacana pembekuan kepengurusan.
Hingga berita ini diturunkan, keterangan resmi dari pihak BEM KM Unmul maupun dua orang yang diduga terkait dugaan penggunaan dana tersebut masih diperlukan untuk memastikan kronologi, penggunaan dana, serta proses pertanggungjawabannya. (*)