Inti berita:
• Polri menyiapkan 140 personel DVI dan lima posko di Jawa Timur serta Kalimantan Selatan.
• Tim bekerja untuk mempercepat dan memastikan ketepatan proses identifikasi korban KM Virgo Transport 8.
METROSELEBES.com, JAKARTA - Suasana penanganan tragedi KM Virgo Transport 8 memasuki tahap yang membutuhkan ketelitian tinggi. Polri tidak hanya menunggu perkembangan operasi pencarian dan penyelamatan, tetapi sejak awal menyiapkan personel serta fasilitas identifikasi apabila korban ditemukan.
Sebanyak 140 personel Disaster Victim Identification (DVI) disiagakan di sejumlah wilayah Jawa Timur dan Kalimantan Selatan. Kesiapan tersebut menjadi bagian dari dukungan Polri untuk memastikan proses identifikasi korban dapat dilakukan secara profesional dan terukur sesuai perkembangan operasi SAR pasca peristiwa tenggelamnya KM Virgo Transport 8, Ahad (13/9/2026).
Pengamanan proses identifikasi juga diperkuat melalui lima posko DVI. Posko tersebut berada di Sumenep, Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya, Pelabuhan Tanjung Perak untuk wilayah Jawa Timur, serta Pelabuhan Trisakti Banjarmasin dan Ruang Otopsi Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin di Kalimantan Selatan.
Baca juga: Rencana Pelantikan HPMM Cabang Bungin Didorong Pendiri, Ditargetkan Akhir September 2026
Kehadiran posko di sejumlah titik itu membuat penanganan dapat disesuaikan dengan lokasi perkembangan operasi. Dengan begitu, ketika korban ditemukan, tahapan identifikasi tidak harus dimulai dari awal, karena personel dan fasilitas pendukung telah disiapkan mengikuti kebutuhan di lapangan.
Baca juga: Fee Percepatan Haji Mengalir ke Aset Miliaran, Eks Pejabat Kemenag Buka-bukaan di Sidang
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan Tim DVI disiapkan untuk mendukung identifikasi korban secara profesional, tepat, dan sesuai prosedur. Menurut dia, jajaran Dokkes Polri juga terus berkoordinasi dengan unsur terkait melalui posko antemortem dan postmortem yang telah disiapkan.
“Polri memastikan dukungan Dokkes dan DVI tetap siap mengikuti perkembangan operasi SAR. Seluruh proses identifikasi akan dilakukan dengan mengedepankan ketelitian, akurasi, dan penghormatan terhadap korban serta keluarga,” kata Johnny.
Baca juga: Forum DPRD Maros Memanas, Empat Tuntutan PMII Belum Tuntas Dijawab