peristiwa

Detik-Detik Jembatan Gantung Pongpet Pangandaran Ambruk Usai Diresmikan, Polisi Ungkap Dugaan Kelebihan Beban

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:27 WIB
Menyoroti viralnya insiden jembatan gantung yang baru diresmikan Bupati Pangandaran tiba-tiba ambruk. Begini kronologinya. (Instagram.com/@feedmedsos)

Inti berita:

• Jembatan Gantung Pongpet Pangandaran ambruk saat peresmian dan diperkirakan dilintasi lebih dari 50 orang.

• Polisi menduga kelebihan beban, tetapi penyebab pasti masih menunggu pemeriksaan konstruksi.

 

METROSELEBES.com, PANGANDARAN – Suasana peresmian Jembatan Gantung Pongpet di Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, mendadak berubah menjadi kepanikan pada Minggu (30/8/2026) sore. Video amatir yang beredar di media sosial memperlihatkan badan jembatan bergoyang hingga miring ketika puluhan orang berada di atasnya.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 16.10 WIB, tak lama setelah jembatan tersebut diresmikan. Bupati Pangandaran Citra Pitriyami bersama jajaran Forkopimda dan masyarakat setempat dilaporkan tengah melintasi jembatan ketika salah satu tali sling di sisi kiri konstruksi terlepas. Lantai papan kayu kemudian ambrol dan sekitar 50 orang terjatuh. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, meski sejumlah warga dilaporkan mengalami luka ringan.

Baca juga: Jhon LBF Siap Ganti Rp3,5 Miliar Kerugian Kasus Ruben Onsu, Ingin Persoalan Berakhir Damai 

Jembatan sepanjang sekitar 60 meter itu membentang di atas sungai dengan ketinggian yang diperkirakan mencapai 30–40 meter. Struktur tersebut menggunakan tali baja dan lantai papan kayu serta menjadi akses penghubung Desa Margacinta dan Desa Cibanten di Kecamatan Cijulang dengan Desa Cimindi di Kecamatan Cigugur, termasuk jalur menuju Kampung Budaya Desa Margacinta.

Di tengah sorotan atas insiden tersebut, polisi menyebut dugaan awal ambruknya jembatan berkaitan dengan kelebihan beban. Kapolsek Cijulang Iptu Dimas Aditama mengatakan lebih dari 50 orang diperkirakan berada di atas jembatan secara bersamaan, sementara kapasitas yang tercantum disebut maksimal sekitar 2 ton. “Penyebab jembatan mengalami kerusakan masih dalam pemeriksaan. Dugaan kelebihan beban akibat banyak orang melintas secara bersamaan,” kata Dimas, Senin (31/8/2026).

Baca juga: DPRD Sulsel Dalami Penyertaan Modal Daerah, Energy Equity Epic Jadi Rujukan Pembahasan Ranperda 

Namun, dugaan tersebut belum menjadi kesimpulan akhir. Polisi bersama pemerintah daerah dan instansi terkait masih perlu memeriksa kelayakan struktur, kualitas material, hingga metode pembangunan jembatan. Akses menuju jembatan juga ditutup sementara dan masyarakat diimbau tidak menggunakan maupun mendekati lokasi sampai pemeriksaan keselamatan selesai dilakukan.

Sorotan lain muncul dari warganet setelah papan informasi kapasitas jembatan ikut menjadi perhatian. Dalam unggahan di Threads, akun @punk.rebels menampilkan keterangan bahwa beban maksimal jembatan mencapai 2 ton, sementara pengguna lain memperkirakan puluhan orang dengan berat rata-rata 50 kilogram saja sudah menghasilkan beban sekitar 2,5 ton. “50 orang dgn rata" berat 50 kg saja sdh 2,5 ton, bergerombol di satu titik. Terjadi konsentrasi beban,” tulis akun @cip591112.

Baca juga: Diduga Pemadaman Listrik di Tamalanrea Tanpa Pemberitahuan, Pelanggan Keluhkan Kinerja PLN Sulselrabar 

Kini, jembatan yang semestinya menjadi simbol kemudahan akses dan pembangunan bagi warga Margacinta justru menghadapi ujian soal keselamatan. Pemerintah Kabupaten Pangandaran bersama Dinas Pekerjaan Umum dan instansi terkait dijadwalkan melakukan audit menyeluruh untuk memastikan penyebab sebenarnya, sekaligus mengevaluasi aspek konstruksi dan pengawasan agar insiden serupa tidak kembali terjadi. (*)

Halaman:

Tags

Terkini