peristiwa

Karhutla Malimpung Pinrang Meluas, 150 Hektare Lahan Warga dan TNI AU Terdampak

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 16:12 WIB
Karhutla di Malimpung, Pinrang, melanda lahan warga hingga kawasan TNI AU dengan luas terdampak sementara mencapai 150 hektare. (Dok.Threads@wamanews)

Inti berita:

• Karhutla di Malimpung, Pinrang, meluas hingga sebagian lahan TNI AU dengan estimasi area terdampak mencapai 150 hektare.

 

METROSELEBES.com, PINRANG — Kepulan asap dan kobaran api membentang di kawasan Malimpung, Kecamatan Patampanua, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. Di tengah kondisi lahan yang kering, api dengan cepat menjalar hingga menyentuh sebagian kawasan perkebunan warga dan lahan milik TNI Angkatan Udara (AU).

Berdasarkan data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pinrang, luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai 150 hektare. Petugas gabungan masih berada di lokasi untuk memastikan titik api dapat dikendalikan dan tidak merambat lebih jauh ke kawasan permukiman.

Baca juga: 37 Perkara Karhutla di Riau Seret 40 Tersangka, Polisi Telisik Motif Pembukaan Lahan

Kepala Pelaksana BPBD Pinrang, Rhommy RM Manule, membenarkan luas area terdampak tersebut. Ia mengatakan penanganan terus dilakukan dengan mengerahkan personel dan peralatan ke sejumlah titik yang masih berpotensi menimbulkan api susulan.

"Perkiraan sementara cakupan lahan terdampak kebakaran lahan milik warga dan sebagian TNI AU diperkirakan sudah mencapai 150 hektare.," ujar Rhommy.

Baca juga: Dekan Fakultas Teknik UNM Buka Suara soal Kebakaran di Area Kampus: Bukan Gedung, tapi Tumpukan Sampah 

Pemadaman melibatkan unsur Damkar Pinrang, TRC BPBD, Kodim 1404/Pinrang, Yonif 721/Makkasau, Polres Pinrang serta warga setempat. Medan yang kering dan kondisi cuaca menjadi tantangan tersendiri bagi petugas dalam melakukan pelokalisasian api.

Dari sisi TNI AU, Kepala Penerangan Lanud Sultan Hasanuddin, Letkol Sus Yudha Pramono, menyampaikan bahwa api yang sempat merembet ke sebagian lahan milik TNI AU telah berhasil dikendalikan melalui penanganan bersama di lapangan. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena kebakaran terjadi di tengah periode cuaca kering yang meningkatkan risiko meluasnya karhutla.

Baca juga: Bea Cukai Cabut 10 Izin Corporate Guarantee, 4 Pengajuan Perusahaan Ditolak Usai Evaluasi 2025

Sementara penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan. Aparat dan petugas terkait juga mengingatkan masyarakat untuk menghindari aktivitas yang berpotensi memicu api, termasuk pembakaran sampah maupun pembukaan lahan dengan cara dibakar, terutama saat kondisi angin dan lahan kering meningkatkan risiko kebakaran. (*)

(Fir/Ade)

Tags

Terkini