peristiwa

Mahasiswa Papua di Makassar Terlibat Bentrok di Jalan Sultan Alauddin, Sempat Terjadi Saling Lempar Batu

Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:25 WIB
Aksi mahasiswa Papua di Makassar diwarnai kericuhan di Jalan Sultan Alauddin. Pemicu dan identitas pihak terlibat masih menunggu konfirmasi. (Dok.MetroSelebes.com/Fir)

Inti berita:

• Aksi mahasiswa Papua di Makassar pada Sabtu (15/8/2026) diwarnai kericuhan di Jalan Sultan Alauddin.

• Sempat tegang dan terjadi aksi saling lempar sebelum akhirnya petugas berhasil mengamankan situasi. 

 

METROSELEBES.com, MAKASSAR — Suasana di Jalan Sultan Alauddin, Kecamatan Tamalate, Makassar, Sabtu (15/8/2026), mendadak memanas. Arus aktivitas warga yang biasanya dipadati kendaraan berubah tegang ketika rombongan mahasiswa Papua yang hendak menuju Kantor Kementerian Hukum dan HAM terlibat kericuhan dengan sekelompok orang di kawasan tersebut.

Rombongan mahasiswa itu sebelumnya disebut berkumpul di Asrama Papua, Jalan Lanto Daeng Pasewang. Mereka kemudian bergerak bersama-sama menuju lokasi aksi dengan membawa sejumlah bendera. Aksi tersebut membawa isu mengenai kondisi Papua, termasuk persoalan zona darurat militer dan krisis kemanusiaan.

Baca juga: Update Gempa NTT M7,7: 47 Orang Meninggal, 346 Rumah Rusak dan Data Korban Masih Potensi Bertambah 

Ketegangan mulai meningkat ketika rombongan tiba di Jalan Sultan Alauddin. Berdasarkan pantauan media MetroSelebes.com, terjadi aksi saling lempar batu antara massa mahasiswa dan kelompok lain yang berada di sekitar lokasi. Situasi tersebut kemudian menarik perhatian pengguna jalan dan membuat suasana di ruas jalan menjadi tidak kondusif.

Tampak sejumlah orang berada di tengah ruas jalan saat rombongan mahasiswa melintas. Dalam situasi tersebut, kelompok yang disebut berasal dari organisasi masyarakat bersama sejumlah pengemudi ojek online tampak menghadang rombongan. Belum diketahui secara pasti pemicu awal hingga kericuhan antara kedua kelompok tersebut terjadi.

Baca juga: Hasil Visum DJ Anggun Maharani Ungkap Luka Benda Tumpul, Polisi Dalami Kasus Dugaan Kekerasan 

Massa aksi yang disebut tergabung dalam Komite Nasional Papua Barat (KNPB) kemudian tertahan di Jalan Sultan Alauddin. Meski demikian, identitas seluruh pihak yang terlibat serta kronologi lengkap benturan tersebut belum mendapat penjelasan resmi. Karena itu, pihak yang memicu kericuhan masih memerlukan konfirmasi dari kepolisian maupun pihak-pihak yang berada langsung di lokasi.

Di sisi lain, belum ada keterangan resmi yang disertakan dalam informasi tersebut mengenai kronologi awal bentrokan, termasuk tindakan masing-masing kelompok sebelum terjadi aksi saling lempar. Konfirmasi dari kepolisian dan pihak mahasiswa menjadi penting untuk memastikan rangkaian kejadian sekaligus menghindari munculnya kesimpulan sepihak terkait insiden tersebut.

Baca juga: Gempa M7,7 Guncang Nagekeo, Tsunami Terdeteksi hingga Sulsel: BMKG Minta Warga Pesisir Waspada 

"Mahasiswa dan warga diimbau untuk menahan diri, dan kiranya menyampaikan pendapat secara tertib guna menghindari benturan dan memicu reaksi dari kelompok lain," ujar petugas kepolisian yang mengamankan situasi di lapangan. (*)

Halaman:

Tags

Terkini