Inti Berita:
• Sebanyak 236 orang telah dievakuasi dari KMP Mutiara Sentosa 2, sementara 35 orang masih dicari.
• Pemerintah memastikan insiden tersebut akan diinvestigasi untuk mengungkap penyebab kebakaran.
METROSELEBES.com, SUMENEP — Pagi di perairan utara Sumenep belum membawa kepastian bagi keluarga penumpang KMP Mutiara Sentosa 2. Setelah operasi penyelamatan berlangsung sepanjang malam, data terbaru mencatat 236 orang telah dievakuasi, terdiri dari 231 orang selamat dan lima orang meninggal dunia.
KMP Mutiara Sentosa 2 yang melayani rute Surabaya–Makassar itu tercatat membawa 271 orang berdasarkan manifes Person on Board (PoB). Dengan 236 orang telah dievakuasi, sebanyak 35 orang masih menjadi sasaran pencarian tim SAR gabungan. Perubahan angka yang sebelumnya muncul disebut berkaitan dengan proses sinkronisasi data dan pemindahan korban dari satu kapal penolong ke kapal lainnya di tengah laut.
Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit P.H., menjelaskan bahwa informasi mengenai kebakaran pertama kali dikonfirmasi melalui Syahbandar Tanjung Perak. “Laporan kebakaran pertama kali dikonfirmasi masuk pukul 08.24 WIB dari Syahbandar Tanjung Perak. Nakhoda sempat melaporkan bahwa api mulai membubung di utara Kepulauan Sapudi sekitar pukul 06.00 WIB sebelum akhirnya komunikasi terputus atau hilang kontak," kata Nanang.
Dari laut, proses evakuasi melibatkan sejumlah kapal niaga dan kapal penyelamat. KM Meratus Pematang Siantar membawa 111 korban selamat dan dua jenazah hingga bersandar di Dermaga Jamrud Utara, Pelabuhan Tanjung Perak. Sementara KN SAR 249 Permadi membawa sembilan korban selamat hasil transfer dari SC Aila XVII menuju Pelabuhan Kalianget, Sumenep.
Tragedi tersebut kemudian mendapat perhatian pemerintah pusat. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memastikan insiden tersebut akan diinvestigasi untuk mengetahui penyebab kebakaran. “Pemerintah segera luncurkan investigasi, karena kita harus tahu persis apa penyebab dari insiden tersebut. Investigasi akan dilakukan oleh KNKT dan butuh waktu untuk menjelaskan kepada kita semua apa penyebabnya,” ujar dikutip dari kantor berita Antara.
AHY juga menegaskan bahwa aspek keselamatan harus menjadi prioritas dalam penyelenggaraan transportasi laut. “Kita ingin memastikan bahwa terkait transportasi laut, safety first, tentu ini harus kita pastikan. SOP dijalankan, protap dijalankan, keselamatan penumpang nomor satu,” tegasnya.
Baca juga: Polairud Perkuat Pengamanan Laut Selayar, Pos Kapal Patroli Resmi Berdiri di Pulau Jinato
Sementara itu, tim SAR gabungan masih menghadapi kondisi bangkai kapal yang panas dan mengeluarkan asap sehingga pemeriksaan bagian dalam belum dapat dilakukan secara optimal. Basarnas bersama TNI AL, Polairud dan unsur potensi SAR lainnya terus menyisir kawasan sekitar lokasi kejadian. Di darat, fasilitas medis juga disiapkan, termasuk RS PHC Surabaya, RS Moh Anwar Sumenep dan RSI Garam Kalianget. Pencarian 35 orang yang belum ditemukan masih menjadi prioritas, sementara seluruh data korban terus diverifikasi agar tidak terjadi kekeliruan dalam penetapan jumlah akhir. (*)