METROSELEBES.COM - Gempa magnitudo 7,8 yang mengguncang Turki dan Suriah pada Senin (6/2) dini hari waktu setempat ternyata sudah diprediksi tiga hari sebelum kejadian.
Adalah peneliti asal Belanda Frank Hoogerbeets yang lebih dulu memprediksi akan terjadi gempa dahsyat.
Dalam cuitan di akun twitternya Jumat (3/2) lalu, bahkan secara akurat menyebut lokasi gempa, berikut daerah lain yang terdampak.
Baca Juga: 3 WNI Jadi Korban Gempa Turki dan Suriah, KBRI Ankara Upayakan Penampungan Sementara
Frank Hoogerbeets adalan peneliti di Solar System Geometry Survey (SSGEOS) yang berbasis di Belanda.
Ahli geometri itu menyebut akan terjadi gempa dengan magnitudo kurang lebih 7,5 di wilayah Turki, Yordania, Suriah dan Lebanon.
“Cepat atau lambat akan ada ~M 7,5 #gempa bumi di wilayah ini (Turki Selatan-Tengah, Yordania, Suriah, Lebanon)," bunyi cuitan Frank Hoogerbeets, Jumat lalu.
Baca Juga: Usai Perkosa Siswinya, Kepala Sekolah Cabul di Toraja Beritahu Ayah Korban
Tweet Hoogerbeets muncul tepat tiga hari sebelum bencana alam melanda Turki dan Suriah, di mana dia juga merujuk ke negara lain yang merasakan goncangan gempa.
Ia memperkirakan gempa akan terjadi dengan magnitudo 7,5 di wilayah tersebut.
Benar saja, pada pukul 04.17 waktu setempat terjadi dengan magnitudo 7,8 di Turki bagian selatan.
Survei Geologi AS (USGS) mencatat gempa dengan kedalaman sekitar 17,9 kilometer, lokasinya dekat dengan kota Gaziantep, pusat industri utama di dekat perbatasan Turki dan Suriah.
Baca Juga: Turki Dihantam Gempa Dahsyat 2 Kali Hanya Dalam Hitungan Jam, Begini Dampaknya