METROSELEBES.COM - KBRI Ankara menyebut ada tiga Warga Negara Indonesia (WNI) yang jadi korban Gempa Turki dan Suriah, Senin (6/2).
Ketiga WNI korban Gempa Turki dan Suriah itu diketahui mengalami luka-luka dan sudah mendapat perawatan di rumah sakit.
Disebutkan KBRI Ankara bahwa ketiga WINI itu, satu orang berada di Kahramanmaras dan dua lainnya di Hatay. Mereka tengah menjalani pengobatan di rumah sakit terdekat.
Baca Juga: Usai Perkosa Siswinya, Kepala Sekolah Cabul di Toraja Beritahu Ayah Korban
“Tiga orang WNI mengalami luka, 1 orang di Kahramanmaras dan 2 orang Hatay, dan saat ini sudah dirujuk ke rumah sakit terdekat,” jelas keterangan KBRI Ankara.
Sejauh ini, KBRI Ankara sudah berkoordinasi dengan otoritas lokal di daerah terdampak gempa Turki.
Kabar baiknya, sejauh ini KBRI Ankara tidak mendapat laporan adanya WNI yang jadi korban jiwa akibat Gempa Turki dan Suriah itu.
Baca Juga: Turki Dihantam Gempa Dahsyat 2 Kali Hanya Dalam Hitungan Jam, Begini Dampaknya
Namun sejumlah WNI dikabarkan harus meninggalkan apartemen karena kerusakan bangunan yang sangat parah akibat dari gempa tersebut.
“Sejauh ini tidak ada WNI yang menjadi korban meninggal dunia. KBRI Ankara sedang mengupayakan rumah penampungan sementara sambil menunggu penanganan dari otoritas setempat,” bunyi keterangan tersebut.
Sekadar diketahui, sepanjang Senin (6/2) hari ini, Turki dua kali dihantam gempa dahsyat.
Gempa pertama terjadi pada pukul 04.17 waktu setempat dengan magnitudo 7,8.
Survei Geologi AS (USGS) mencatat gempa dengan kedalaman sekitar 17,9 kilometer, lokasinya dekat dengan kota Gaziantep, pusat industri utama di dekat perbatasan Turki (bagian selatan) dan Suriah.