METROSELEBES.COM -- Update terbaru gempa Turki dan Suriah, lebih dari 1.200 orang dilaporkan jadi korban tewas akibat guncangan 7,8 SR.
Update korban gempat Turki dan Suriah terbaru diketahui setelah Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan juga Kepala Pusat Gempa Nasional Suriah, Raed Ahmed mengeluarkan pernyataan.
Dilansir Metroselebes dari Newarab.com, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyebut ada 912 orang tewas di negaranya.
Baca Juga: Kepala Sekolah Cabul di Toraja, Perkosa Siswinya Sendiri
Kemudian, Kepala Pusat Gempa Nasional Suriah, Raed Ahmed memberikan data ada sedikitnya 326 orang tewas di negaranya.
Di Turki, korban selamat bergegas keluar ke jalan-jalan yang tertutup salju dengan piyama mereka. Mereka menyaksikan penyelamat menggali puing-puing rumah yang rusak dengan tangan mereka.
"Tujuh anggota keluarga saya berada di bawah puing-puing," kata Muhittin Orakci, seorang korban selamat yang tertegun di kota Diyarbakir, Turki yang sebagian besar penduduknya Kurdi, kepada AFP.
"Kakak saya dan ketiga anaknya ada di sana. Juga suaminya, ayah mertuanya, dan ibu mertuanya."
Baca Juga: 7 Gunung Berapi Aktif di Jawa Timur Selain Gunung Semeru, Bermukim di Sekitarnya Harus Selalu Waspada
Situasi penyelamatan sendiri terhambat badai salju musim dingin. Para pejabat mengatakan gempa membuat tiga bandara utama di daerah itu tidak dapat beroperasi, sehingga mempersulit pengiriman bantuan vital.
Terpisah, Gubernur Kahramanmaras Omer Faruk Coskun mengatakan masih terlalu dini untuk memperkirakan jumlah korban tewas karena begitu banyak bangunan yang hancur.
"Tidak mungkin memberikan jumlah korban tewas dan luka-luka saat ini karena begitu banyak bangunan yang hancur," kata Coskun. "Kerusakannya serius."
Baca Juga: 6 Hari Terbaring, Ashanty Ternyata Pendarahan Hebat
Sebuah masjid terkenal yang berasal dari abad ke-13 sebagian runtuh di provinsi Maltaya, di mana sebuah bangunan 14 lantai dengan 28 apartemen yang menampung 92 orang juga runtuh.
Di kota-kota lain, unggahan media sosial menunjukkan kastil puncak bukit berusia 2.200 tahun yang dibangun oleh tentara Romawi di Gaziantep tergeletak dalam reruntuhan, sebagian dindingnya berubah menjadi puing-puing.
"Kami mendengar suara-suara di sini -- dan di sana juga," kata seorang penyelamat yang terdengar di televisi NTV di depan sebuah bangunan yang rata dengan tanah di kota Diyarbakir.
"Mungkin ada 200 orang di bawah reruntuhan." (***)