Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menunjukkan, hingga tahun 2024 masih terdapat sekitar 60 juta warga yang tinggal di wilayah dengan akses terbatas terhadap layanan kesehatan dasar.
Dengan tambahan anggaran di RAPBN 2026, pemerintah berharap angka tersebut dapat ditekan secara signifikan.
Selain itu, pelayanan kesehatan berkualitas juga mencakup upaya peningkatan kapasitas produksi obat dan vaksin dalam negeri, guna mengurangi ketergantungan impor.
Baca Juga: Program Makan Bergizi Gratis Jadi Prioritas RAPBN 2026, Pemerintah Siapkan Rp335 Triliun
Pemerintah menargetkan kemandirian farmasi nasional meningkat hingga 70% pada tahun 2030.
Sebagai perbandingan, alokasi kesehatan dalam APBN 2025 hanya sekitar Rp185 triliun.
Lonjakan menjadi Rp244 triliun pada 2026 mencerminkan tekad pemerintah menjadikan kesehatan sebagai prioritas, sejajar dengan pendidikan dan pangan.
“Bangsa yang kuat adalah bangsa yang sehat. Melalui pelayanan kesehatan berkualitas, kita ingin memastikan generasi masa depan tumbuh sehat, produktif, dan berdaya saing,” ujar Presiden menutup pidatonya.***