JAKARTA, METROSELEBES.COM – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pertahanan semesta menjadi salah satu agenda strategis dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026.
Pemerintah menempatkan penguatan sektor pertahanan sebagai prioritas, seiring meningkatnya tantangan geopolitik dan dinamika keamanan global.
“Pertahanan adalah pilar kedaulatan bangsa.
Dengan pertahanan semesta, kita ingin seluruh rakyat menjadi bagian dari kekuatan pertahanan Indonesia, bukan hanya TNI,” tegas Presiden dalam pidatonya di DPR RI saat penyampaian RAPBN 2026 dan Nota Keuangan.
Baca Juga: RAPBN 2026 Prioritaskan Investasi dan Perdagangan Global, Pemerintah Pacu Pertumbuhan Ekonomi
Konsep pertahanan semesta yang diusung pemerintah mencakup pembangunan kekuatan militer modern, penguatan cadangan logistik dan peralatan tempur, hingga pelibatan masyarakat sipil dalam sistem pertahanan nasional.
Pemerintah juga menyiapkan program wajib bela negara, peningkatan cadangan komponen rakyat, serta memperkuat sinergi antara TNI, Polri, dan masyarakat.
Selain modernisasi alutsista (alat utama sistem persenjataan), anggaran pertahanan 2026 juga diarahkan pada peningkatan kesejahteraan prajurit, pengembangan industri pertahanan dalam negeri, serta riset teknologi militer.
Baca Juga: Koperasi Merah Putih Jadi Tulang Punggung Ekonomi Rakyat, Masuk Prioritas RAPBN 2026
Dengan langkah ini, Indonesia diharapkan mampu memperkuat kemandirian pertahanan tanpa bergantung pada impor persenjataan dari luar negeri.
Data Kementerian Pertahanan menyebutkan, hingga 2024 anggaran pertahanan Indonesia berada di kisaran Rp134 triliun per tahun, relatif kecil dibandingkan negara-negara besar Asia Tenggara.
Melalui RAPBN 2026, pemerintah berencana meningkatkan signifikan alokasi dana, agar sistem pertahanan Indonesia lebih adaptif menghadapi ancaman masa depan, termasuk perang siber dan konflik regional.
Baca Juga: Program Makan Bergizi Gratis Jadi Prioritas RAPBN 2026, Pemerintah Siapkan Rp335 Triliun