9. Desa Sumber Gede, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung
10. Desa Tembok, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali
Baca Juga: Revolusi Kepala Sekolah: Pemerintah Pastikan Kualitas dan Pemerataan Melalui Permendikdasmen 2025
Desa-desa ini dinilai berhasil membangun sistem perlindungan yang komprehensif, mulai dari pendataan, edukasi, hingga penguatan sistem layanan informasi bagi calon dan purna pekerja migran.
Penguatan kapasitas kelembagaan desa dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan mereka.
Menurut data BP2MI, hingga 2023, jumlah pekerja migran asal Indonesia yang bekerja di luar negeri mencapai lebih dari 4,6 juta orang, dengan kontribusi remitansi sebesar Rp159,6 triliun pada tahun yang sama.
Baca Juga: Dorong Swasembada Lewat Infrastruktur, Pemerintah Siapkan Inpres Jalan Daerah (IJD)
Namun, permasalahan klasik seperti perdagangan orang, dokumen tidak resmi, dan kekerasan kerja masih menjadi tantangan utama.
Oleh karena itu, kehadiran desa sebagai pelindung pertama sangat krusial dalam menyaring dan mendampingi calon pekerja sejak awal.
Direktur Pelindungan dan Pemberdayaan PMI BP2MI menyatakan bahwa program ini akan terus dikembangkan agar menjadi model nasional perlindungan berbasis komunitas.
Baca Juga: Pelatih China Was-Was Hadapi Timnas Indonesia, Sebut GBK Kandang yang Menakutkan
Tahapan seleksi selanjutnya akan menilai efektivitas implementasi kebijakan di lapangan serta dampaknya terhadap kesejahteraan warga migran.
Kemendesa PDTT menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh desa yang telah berpartisipasi dalam lomba ini.
Diharapkan, semangat Desa Tangguh ini mampu mendorong lebih banyak daerah untuk aktif melindungi dan memberdayakan warganya yang memilih jalan sebagai pahlawan devisa.***