RIAU, METROSELEBES.COM – Presiden RI Prabowo Subianto telah memilih seekor sapi berjenis simental cross seberat 900 kilogram untuk dijadikan hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah atau 2025 Masehi.
Uniknya, sapi tersebut dipelihara oleh seorang anggota Polri yang juga aktif beternak di Kabupaten Indragiri Hulu, Riau.
Baca Juga: Prabowo Tegaskan “Jangan Mencuri dari Rakyat”: Seruan Tegas untuk Pemimpin Bangsa
Brigadir Toni Kisnavan, Bhabinkamtibmas Desa Petala Bumi Polsek Seberida Resor Indragiri Hulu, merupakan pemilik sapi kurban Presiden tersebut. Ia menyampaikan rasa syukurnya karena sapi peliharaannya terpilih sebagai hewan kurban orang nomor satu di Indonesia.
“Alhamdulillah, saya bersyukur dan merasa sangat senang sapi kami terpilih menjadi hewan kurban Presiden Prabowo,” ujar Toni dalam keterangannya yang dikutip dari laman resmi Polri, Rabu (4/6/2025).
Ia pun menyampaikan apresiasinya kepada Dinas Peternakan Kabupaten Inhu yang telah memfasilitasi proses hingga sapi peliharaannya lolos sebagai kurban presiden.
Baca Juga: Sikap Tegas Prabowo: Pejabat Yang Tak Punya Mental Wakil Rakyat, Mundur Sebelum Saya Berhentikan
Diketahui, sapi simental cross tersebut diberi nama Remon. Sapi berusia 4,5 tahun itu memiliki bobot mencapai 900 kilogram dan dibeli dengan harga Rp73 juta. Toni menyebut, dana hasil penjualan sapi tersebut akan dimanfaatkan untuk pengembangan usaha ternaknya.
“Kami akan gunakan untuk membangun kandang baru dan memperluas usaha bersama petani. Ke depan, kami juga ingin mengembangkan jenis sapi yang lebih ekonomis seperti sapi Bali,” ungkap Toni.
Baca Juga: Negara Tak Bisa Dipermainkan: Prabowo Tegaskan Sanksi Bagi Pengkhianat Bangsa
Keberhasilan Brigadir Toni dalam membudidayakan sapi hingga dipercaya sebagai penyedia hewan kurban Presiden menjadi bukti bahwa profesi sebagai abdi negara dapat berjalan seiring dengan pemberdayaan ekonomi mandiri.
Kehadiran sapi kurban Presiden di tengah masyarakat diharapkan membawa keberkahan sekaligus mendorong semangat peternakan rakyat di daerah. ***