Inti berita:
• Sahabat Peduli Indonesia mengirim bantuan logistik berupa kebutuhan kelompok rentan dan 1.050 selimut melalui TNI AU menuju Maumere, Ende, dan wilayah lain di NTT, dengan total donasi yang dihimpun hingga 24 Agustus mencapai Rp120 juta.
METROSELEBES.com, JAKARTA - Pesawat TNI Angkatan Udara menjadi titik berangkat bantuan kemanusiaan untuk Nusa Tenggara Timur (NTT). Di depan pesawat yang siap diterbangkan, puluhan personel TNI AU berdiri bersama perwakilan Sahabat Peduli Indonesia setelah menerima paket logistik bagi kelompok rentan terdampak bencana.
Hingga 24 Agustus 2026, Sahabat Peduli Indonesia menyebut telah menghimpun donasi sekitar Rp120 juta. Dana tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan logistik penyintas, khususnya kelompok yang dinilai membutuhkan perhatian lebih seperti lansia, perempuan, ibu, anak, bayi, dan penyandang disabilitas.
Baca juga: Kemenhut Bekukan Izin Satu Perusahaan, Enam PBPH Disanksi Gegara Karhutla 1.511 Hektare
Pada pengiriman kali ini, bantuan yang diserahkan terdiri atas 25 kardus kebutuhan kelompok rentan serta 32 karung berisi 1.050 selimut. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.000 selimut merupakan donasi dari Ellis Aqpen. Bantuan kemudian diserahkan langsung kepada TNI AU untuk dibawa menuju NTT.
Penyerahan dilakukan salah satu pendiri Sahabat Peduli Indonesia, drg. Vivi, dan diterima Panglima KODAU I, Marsma TNI Erwin Sugiandi, M.Han. “Terima kasih yang tak terhingga atas kepercayaan teman-teman dan TNI AU terhadap upaya kami,” tulis Sahabat Peduli Indonesia dalam unggahan resminya dikutip MetroSelebes.com, Selasa (25/8/2026).
Sesaat setelah serah terima, logistik tersebut langsung dimuat ke dalam pesawat untuk diberangkatkan ke Maumere. Dari sana, bantuan dijadwalkan didistribusikan ke Kampung Keliwubu oleh relawan Sahabat Peduli Indonesia, Suster Feby, serta ke Kabupaten Ende melalui Kodim 1602/Ende yang dipimpin Dandim Letkol Inf Nugroho Susanto.
Di sisi lain, Sahabat Peduli Indonesia memastikan penggalangan bantuan tidak berhenti pada satu kali pengiriman. Mereka menyatakan tengah menyiapkan bantuan gelombang berikutnya untuk lokasi berbeda, sementara perkembangan perjalanan bantuan yang sudah diberangkatkan akan terus diperbarui kepada para donatur.
Baca juga: Ruben Onsu Mulai Buka Jalan Damai, Rp100 Juta Dikembalikan di Tengah Kasus Dugaan Penipuan
Untuk dana yang diterima hingga 24 Agustus, organisasi tersebut menyatakan fokus penggunaannya tetap pada kebutuhan logistik kelompok rentan. Sementara dana yang disalurkan melalui NYATA Foundation mulai 25 Agustus dan seterusnya akan diarahkan khusus untuk perbaikan sekolah-sekolah mitra NYATA pada tahap pemulihan. Langkah itu menjadi bagian dari upaya memperluas bantuan, dari kebutuhan darurat menuju proses pemulihan masyarakat terdampak. (*)
(Ade/Fir)