hukum-kriminal

Viral Peternak Bongkar Dugaan Permintaan Telur Tak Layak dan Markup Nota Dapur MBG

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 15:10 WIB
Viral curhatan peternak ayam petelur yang diajak kerja sama dapur MBG untuk memasok telur lama dan manipulasi harga nota. (Magnific/magnific - Threads/rissaayu90)

Inti berita:

• Curhatan peternak di Threads menyoroti dugaan permintaan telur berkualitas rendah dan markup nota oleh pihak dapur MBG.

• Sementara BGN telah menegaskan pembelian ayam dan telur harus menggunakan harga layak serta memenuhi standar kualitas.

 

METROSELEBES.com, JAKARTA - Di tengah geliat program Makan Bergizi Gratis (MBG), cerita dari meja transaksi pemasok justru memunculkan sorotan. Seorang peternak ayam petelur mengaku mendapat permintaan tak biasa dari pihak dapur MBG yang hendak membeli telur dalam jumlah besar.

Cerita itu disampaikan melalui Threads oleh akun @rissaayu90 dan kemudian ramai diperbincangkan. Ia mengeklaim ada oknum Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang meminta telur lama dengan kondisi hampir kedaluwarsa karena harganya lebih murah. Ia juga menyinggung dugaan permintaan pencatatan harga yang lebih tinggi dalam nota pembayaran. "Ada oknum dari SPPG yang meminta telur lama yang hampir kedaluwarsa," tulisnya.

Baca juga: Gempa NTT M7,7 Telan 20 Nyawa, Wilayah Terdampak Masih Terisolasi hingga Tsunami 0,3 Meter 

Dalam unggahannya, pemilik akun menyebut telur segar miliknya dihargai Rp23.000, tetapi pihak yang hendak membeli justru meminta angka Rp25.000 dicantumkan dalam nota. Klaim tersebut menjadi perhatian karena berkaitan dengan harga pembelian bahan pangan untuk kebutuhan program pemerintah.

Cerita serupa kemudian muncul dari pengguna Threads @alwayshappyandlucky. Ia mengaku mengetahui pengalaman ibunya yang merupakan peternak dan pernah diminta menjadi pemasok telur bagi salah satu dapur MBG. Menurutnya, pihak dapur meminta harga di bawah pasar, sementara pembayaran disebut dilakukan secara tempo hingga satu bulan dan terdapat permintaan untuk melakukan markup.

Baca juga: Gempa M7,7 Guncang Nagekeo, Tsunami Terdeteksi hingga Sulsel: BMKG Minta Warga Pesisir Waspada 

Di sisi lain, dugaan tersebut masih bersumber dari kesaksian pengguna media sosial dan belum menjadi bukti bahwa seluruh dapur MBG menjalankan praktik serupa. Karena itu, klaim mengenai kualitas telur, permintaan markup, maupun mekanisme pembayaran perlu diklarifikasi kepada pihak SPPG atau pengelola dapur yang disebut dalam unggahan tersebut.

Sorotan ini muncul tak lama setelah Badan Gizi Nasional (BGN) menerbitkan surat edaran pada 12 Agustus 2026 mengenai pembelian ayam dan telur untuk program MBG. BGN menegaskan harga pembelian harus layak dan adil bagi peternak, dengan batas minimal mengacu pada Harga Acuan Pembelian (HAP) yang ditetapkan Badan Pangan Nasional. BGN juga mengingatkan kualitas bahan pangan, termasuk telur, harus diperiksa sebelum digunakan.

Baca juga: Hasil Visum DJ Anggun Maharani Ungkap Luka Benda Tumpul, Polisi Dalami Kasus Dugaan Kekerasan 

Kebijakan tersebut menjadi pengaman penting agar kebutuhan bahan pangan MBG tidak hanya mengejar harga murah, tetapi juga menjaga mutu makanan dan keberlangsungan peternak lokal. Sementara viralnya curhatan para pemasok menjadi pengingat bahwa pelaksanaan di lapangan tetap membutuhkan pengawasan dan klarifikasi agar program MBG berjalan sesuai prinsip harga yang wajar, kualitas pangan yang aman, serta tidak merugikan pihak pemasok. (*)

Halaman:

Tags

Terkini