peristiwa

Alumni Berprestasi Untad Tewas dalam Kecelakaan di Cirebon, Keluarga Soroti Kejanggalan dan Tempuh Jalur Hukum

Senin, 7 September 2026 | 10:30 WIB
FOTO: Tampak Alumni berprestasi Untad Nur Syfa Husni Andika, ia meninggal dalam kecelakaan di Cirebon. Keluarga menyoroti kejanggalan dan memilih jalur hukum. (Dok.Instagram@anakuntaddotcom)

Inti berita:

• Alumni Faperta Untad Nur Syfa Husni Andika meninggal setelah kecelakaan di Pantura Cirebon.

• Keluarga menyoroti sejumlah dugaan kejanggalan, dan menolak mediasi.

• Mereka meminta perkara diproses transparan melalui jalur hukum.

 

METROSELEBES.com, CIREBON — Jalan Pantura Indramayu-Cirebon menyisakan duka bagi keluarga Nur Syfa Husni Andika. Perempuan 23 tahun yang dikenal sebagai alumni Fakultas Pertanian Universitas Tadulako (Untad) itu meninggal dunia setelah terlibat kecelakaan lalu lintas di wilayah Desa Jungjang, Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon.

Peristiwa tersebut terjadi pada Senin, 31 Agustus 2026, sekitar pukul 15.00 WIB. Nur Syfa yang mengendarai sepeda motor Honda Genio dengan nomor polisi D-2315-AET terlibat kecelakaan dengan dua kendaraan dump truck tronton bernomor E-8476-BE dan E-8102-BZ. Setelah sempat mendapat penanganan medis di RSUD Arjawinangun, korban dinyatakan meninggal dunia pada Selasa, 1 September 2026.

Baca juga: Breaking News: Mahasiswi Kehutanan Unhas Syafitri Santoso Meninggal, Diduga Kecelakaan Sepulang Kegiatan 

Di balik kabar duka itu, keluarga kini memilih tidak berhenti pada proses pemakaman. Mereka menyatakan menemukan sejumlah hal yang dinilai janggal dalam peristiwa tersebut. Melalui kuasa hukum bersama Unit Gakkum Satlantas Polresta Cirebon, keluarga disebut telah menelaah rekaman CCTV dan laporan kepolisian serta menduga terdapat faktor eksternal dari pergerakan kendaraan tronton yang berkaitan dengan terjadinya kecelakaan.

Namun, dugaan tersebut belum dapat dianggap sebagai kesimpulan akhir. Penyebab pasti dan rangkaian kecelakaan masih menunggu hasil penyelidikan resmi aparat kepolisian. Karena itu, keluarga juga meminta masyarakat maupun media tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi ataupun membuat spekulasi yang berpotensi mengaburkan fakta.

Baca juga: Akui Salah, Oknum Guru Perempuan Kasus Video Asusila di Pekalongan Akhirnya Buka Suara dan Minta Maaf 

Pilihan keluarga kemudian mengarah pada jalur hukum. Mereka menyatakan menolak penyelesaian melalui mediasi atau pendekatan restorative justice dengan pengemudi maupun pemilik dump truck. Keluarga meminta perkara diproses secara transparan hingga pengadilan, termasuk apabila terdapat persoalan mengenai hak materiil atau ganti rugi agar diselesaikan melalui mekanisme hukum.

Nama Nur Syfa sendiri meninggalkan catatan prestasi di lingkungan kampus. Ia merupakan mahasiswa Program Studi Agroteknologi Faperta Untad angkatan 2020 dan disebut pernah dikukuhkan sebagai Wisudawan Terbaik Tingkat Fakultas Pertanian Universitas Tadulako. Kabar kepergiannya kemudian memicu ungkapan duka dari sejumlah orang yang mengenal almarhumah. Salah satu komentar di media sosial menyerukan, “Usut terus semoga keadilan yang sebenarnya berpihak.”

Baca juga: Aktivitas Tambang Disorot Warga Manyampa, Truk Material Diduga Melintas hingga Malam, Debu dan Jalan Rusak Dikeluhkan 

Halaman:

Tags

Terkini