peristiwa

Aktivitas Tambang Disorot Warga Manyampa, Truk Material Diduga Melintas hingga Malam, Debu dan Jalan Rusak Dikeluhkan

Minggu, 6 September 2026 | 16:17 WIB
FOTO: Ilustrasi mobil truk mengangkut material. Warga Manyampa, Bulukumba, mengeluhkan aktivitas truk pengangkut material yang disebut hingga malam, memicu debu dan rawan kerusakan jalan . (Dok.Metroselebes.com/Ilustrasi)

Inti berita:

• Warga Manyampa mengeluhkan aktivitas angkutan material diduga dari tambang.

• Aktivitas diduga berlangsung hampir setiap hari hingga malam.

• Warga protes debu dan sejumlah bagian jalan yang mengalami kerusakan serta mengancam keselamatan warga.

 

METROSELEBES.com, BULUKUMBA — Kepulan debu bukan satu-satunya pemandangan yang membuat warga Desa Manyampa, Kecamatan Ujung Loe, Kabupaten Bulukumba, resah. Di balik lalu-lalang kendaraan pengangkut material, warga juga menyoroti kondisi sejumlah bagian jalan perkampungan yang mulai mengalami kerusakan.

Menurut seorang warga yang meminta identitasnya tidak disebutkan, aktivitas pertambangan di wilayah tersebut berlangsung nyaris setiap hari. Kondisi itu disebut berjalan beriringan dengan mobilitas truk pengangkut material yang menggunakan jalan perkampungan sebagai jalur lalu lintas.

Baca juga: Kisah di Balik Sindikat Judol Rp1,037 Triliun, Bareskrim Ungkap Peran AI Saat Situs Diblokir 

“Nyaris setiap hari ada aktivitas, truk juga lewat. Bahkan kadang sampai malam,” ujar warga tersebut kepada MetroSelebes.com, Ahad (6/9/2026).

Ketika kendaraan bertonase besar melintas, terutama saat kondisi jalan kering, debu disebut beterbangan hingga mengganggu lingkungan sekitar. Warga mengaku persoalan itu semakin terasa karena aktivitas angkutan tidak hanya berlangsung pada siang hari, tetapi juga dapat dijumpai hingga malam.

Baca juga: Breaking News: Mahasiswi Kehutanan Unhas Syafitri Santoso Meninggal, Diduga Kecelakaan Sepulang Kegiatan 

Persoalan lain yang ikut menjadi sorotan adalah kondisi fisik jalan. Warga menyebut beberapa titik jalan perkampungan mulai rusak dan menduga kerusakan tersebut berkaitan dengan kendaraan bermuatan berat yang rutin melintas. Namun, dugaan itu masih memerlukan pemeriksaan teknis untuk memastikan faktor penyebab kerusakan jalan.

Warga berharap pemerintah daerah dan instansi terkait turun langsung melihat kondisi di lapangan. Selain memastikan aktivitas pertambangan dan pengangkutan material berjalan sesuai ketentuan, warga meminta adanya solusi terhadap debu serta kondisi jalan yang mereka gunakan untuk aktivitas sehari-hari.

Baca juga: CCTV Tersembunyi Bongkar Dugaan Asusila Oknum Kepsek dan Guru di Pekalongan, Disdikbud Langsung Bertindak 

Halaman:

Tags

Terkini