Inti berita:
• Seorang peserta tur asal Madiun dilaporkan hilang saat mengikuti perjalanan wisata di Korea Selatan setelah berpamitan membeli sepatu di Myeongdong.
• Kasus yang viral di media sosial ini masih dalam proses pencarian, sementara dugaan terkait motif kepergiannya belum mendapat konfirmasi resmi dari pihak berwenang.
MetroSelebes.com, KOREA – Liburan yang semula diharapkan menjadi perjalanan penuh kenangan justru berubah menjadi kepanikan bagi sebuah biro perjalanan wisata setelah seorang peserta tur dilaporkan menghilang saat rombongan berada di Korea Selatan. Peristiwa yang ramai diperbincangkan di media sosial itu memicu beragam spekulasi, termasuk dugaan bahwa peserta tersebut sengaja meninggalkan rombongan untuk bekerja secara ilegal. Namun hingga kini, dugaan tersebut belum mendapat konfirmasi dari pihak berwenang.
Kasus ini mencuat setelah akun Threads @sarjanabackpacker mengunggah pencarian terhadap peserta tur bernama Femas, warga Madiun. Dalam unggahannya, pengelola travel menyebut Femas sempat berpamitan untuk berjalan-jalan sendiri dan membeli sepatu di kawasan Myeongdong sebelum akhirnya tidak kembali ke hotel maupun memberikan kabar. "Bertahun-tahun kami jaga nama baik, membangun kepercayaan, mengurus ribuan peserta agar bisa liburan dengan tenang. Rusak karena satu orang," tulis akun tersebut.
Menurut penuturan pihak travel, tidak ada tanda-tanda mencurigakan sebelum Femas menghilang. Mereka menggambarkan peserta tersebut sebagai pribadi pendiam, bahkan selama perjalanan menginap satu kamar dengan tour leader. Setelah berpamitan membeli sepatu, Femas disebut tidak lagi merespons panggilan telepon maupun pesan WhatsApp. Pihak travel kemudian melakukan pencarian di lokasi terakhir hingga melaporkan kejadian tersebut kepada otoritas setempat.
Hilangnya salah satu peserta disebut turut membawa konsekuensi bagi biro perjalanan. Dalam unggahannya, pihak travel mengaku harus memberikan penjelasan kepada mitra di Korea Selatan, menghadapi proses administrasi, serta menanggung sanksi berupa denda yang diklaim mencapai Rp125 juta. Mereka juga menyebut kejadian tersebut berpotensi memengaruhi kepercayaan terhadap wisatawan Indonesia yang berkunjung menggunakan visa turis.
Baca juga: Usai Singkirkan Inggris, Timnas Argentina Dibayangi Hukuman FIFA Gara-gara Bentang Spanduk 'Las Malvinas'
Upaya penelusuran juga dilakukan dengan mendatangi keluarga Femas di Madiun. Pihak travel mengaku menemukan sejumlah keterangan yang dinilai berubah-ubah selama proses komunikasi. Mereka juga menyinggung adanya aplikasi penerjemah bahasa Korea di telepon genggam salah satu anggota keluarga. Meski demikian, informasi tersebut merupakan klaim dari pihak travel dan belum dapat dipastikan memiliki keterkaitan dengan hilangnya peserta.
Di media sosial, muncul berbagai spekulasi bahwa Femas diduga sengaja meninggalkan rombongan untuk bekerja melalui jalur nonprosedural di Korea Selatan. Menanggapi hal itu, pihak travel mengimbau masyarakat agar tidak menyalahgunakan visa wisata untuk tujuan bekerja. "Kalau memang memiliki cita-cita bekerja di luar negeri, tempuhlah jalur yang resmi," tulis mereka. Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan dari Femas maupun pihak keluarganya yang memberikan penjelasan atas dugaan tersebut.
Sebagai bagian dari upaya pencarian, pihak travel juga menawarkan hadiah perjalanan wisata gratis bagi siapa saja yang dapat membantu menemukan Femas dan melaporkannya kepada otoritas berwenang di Korea Selatan hingga proses pemulangannya berhasil dilakukan. Sementara itu, keberadaan Femas masih belum diketahui, dan belum ada keterangan resmi dari otoritas Korea Selatan mengenai perkembangan kasus tersebut. (*)