Inti berita:
• Tulisan "GAME OVER USA" pada rudal balistik Iran menjadi simbol perang psikologis di tengah eskalasi konflik dengan Amerika Serikat, menyusul saling klaim serangan yang meningkatkan ketegangan di kawasan Timur Tengah.
MetroSelebes.com, TEHERAN - Bukan hanya dentuman rudal yang menggetarkan kawasan Timur Tengah, melainkan juga sebuah tulisan mencolok yang terpampang di badan rudal balistik Iran. Kalimat "GAME OVER USA" yang dicat dengan warna merah menjadi perhatian dunia karena dinilai membawa pesan simbolis di tengah memanasnya konfrontasi antara Iran dan Amerika Serikat.
Rekaman peluncuran rudal itu dirilis secara resmi oleh media pemerintah Iran bersama Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) pada Selasa (14/7/2026). Dalam video tersebut terlihat rudal balistik jarak jauh jenis Qadr diluncurkan dengan tulisan berbahasa Inggris yang langsung memicu perbincangan luas di berbagai platform media sosial.
Iran mengklaim operasi tersebut melibatkan sejumlah rudal balistik presisi tinggi, di antaranya Qadr, Emad, Khyber-Shakan, dan Zulfiqar. Teheran menyebut sasaran serangan diarahkan ke sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Teluk, termasuk yang berada di Kuwait, Bahrain, dan Yordania.
Sejumlah pengamat menilai pencantuman tulisan "GAME OVER USA" bukan sekadar pesan propaganda, melainkan bagian dari strategi perang psikologis untuk menunjukkan sikap politik sekaligus mengirim sinyal kepada Amerika Serikat dan para sekutunya di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.
"Pangkalan militer Amerika Serikat yang berada di kawasan (Teluk) ini akan mengalami situasi layaknya neraka dalam beberapa hari ke depan," tegas Jenderal Ahmad Vahidi dikutip dari pernyataan resmi Komando Angkatan Laut IRGC.
Baca juga: Babak Baru Hak Angket DPRD Gowa, Bupati Sitti Husniah Jalani Pemeriksaan di Bawah Sumpah
Eskalasi terbaru ini terjadi setelah kesepakatan gencatan senjata di kawasan Selat Hormuz dilaporkan berakhir menyusul serangkaian insiden terhadap kapal-kapal kargo komersial. Situasi itu kemudian diikuti serangan udara Amerika Serikat yang menurut klaim Iran menghantam sejumlah target militer, termasuk gudang amunisi dan sistem pertahanan udara.
Pemerintah Iran menyatakan peluncuran rudal tersebut merupakan operasi balasan atas serangan Amerika Serikat. Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Amerika Serikat yang mengonfirmasi klaim Iran mengenai dampak maupun hasil serangan yang disebut menyasar fasilitas militer AS di kawasan Teluk.
Ketegangan kedua negara pun masih terus berlangsung dengan situasi keamanan di Timur Tengah yang tetap berada dalam status siaga. Sejumlah negara dan organisasi internasional terus menyerukan penahanan diri dari kedua belah pihak agar konflik tidak berkembang menjadi konfrontasi yang lebih luas. (*)