nasional

Mikroba di Mulut Bisa Jadi Biang Kerok Migrain dan Nyeri Kronis, Studi Ini Bikin Kaget

Sabtu, 10 Mei 2025 | 22:27 WIB
Mikroba di mulut adalah mikroorganisme kecil, termasuk bakteri, jamur, dan virus, yang hidup secara alami di dalam rongga mulut manusia (Screshoot YouTube)

METROSELEBES.COM – Sebuah studi mutakhir mengungkap temuan mengejutkan: mikroba di dalam mulut dapat berperan besar dalam memicu migrain dan rasa nyeri kronis, termasuk pada penderita fibromyalgia.

Mikroba di mulut adalah mikroorganisme kecil, termasuk bakteri, jamur, dan virus, yang hidup secara alami di dalam rongga mulut manusia. Mikroba ini membentuk apa yang disebut sebagai mikrobiota oral.

Beberapa contoh mikroba yang umum ditemukan di mulut antara lain:

Streptococcus mutans – berperan dalam pembentukan plak dan kerusakan gigi (karies).

Lactobacillus – juga berkontribusi terhadap kerusakan gigi.

Actinomyces – terlibat dalam pembentukan plak dan penyakit gusi.

Candida albicans – jamur yang bisa menyebabkan infeksi jamur mulut (kandidiasis) jika tidak terkendali.

Baca Juga: Cinta Makin Terang? Gisel & Cinta Brian Tampil Mesra di Nikahan Luna–Maxime, Netizen Heboh!


Meskipun sebagian mikroba bisa menyebabkan masalah kesehatan, banyak juga yang bermanfaat dan membantu menjaga keseimbangan ekosistem di mulut.

Studi yang dipublikasikan di Frontiers in Pain Research dan dilakukan oleh peneliti Universitas Sydney ini menyoroti pentingnya menjaga kesehatan mulut, bukan hanya demi gigi putih bersinar, tetapi juga untuk meredakan nyeri tubuh.

Penelitian ini melibatkan 168 wanita di Selandia Baru dan menemukan bahwa mereka yang melaporkan kesehatan mulut buruk 60% lebih mungkin mengalami nyeri tubuh sedang hingga parah, dan 49% lebih berisiko mengalami migrain kronis. Bahkan, 67% peserta studi ini diketahui mengidap fibromyalgia—sebuah kondisi nyeri kronis yang masih sering tak terdiagnosis.

Baca Juga: Obat Baru Ini Bisa Turunkan Risiko Serangan Jantung dan Stroke hingga 94%—Tapi Hanya Jika Kamu Punya Faktor Genetik Tersembunyi Ini

Studi ini adalah yang pertama di dunia yang menghubungkan kondisi mikrobioma mulut dengan gangguan sensitisasi sentral seperti fibromyalgia, migrain, dan sindrom iritasi usus besar (IBS).

Menurut Sharon Erdrich, penulis utama studi ini, mikroba mulut tertentu dapat berperan dalam meningkatkan rasa sakit yang dialami pasien.

Halaman:

Tags

Terkini

Prabowo Tegaskan Komitmen Rakyat dan Keamanan Nasional

Selasa, 2 September 2025 | 19:20 WIB