Salah satu sekolah kedinasan yang mendapat alokasi formasi adalah Politeknik Statistika STIS, yang tahun ini menerima 355 formasi. Anas berharap para mahasiswa STIS dapat menjadi talenta ahli data berkelas dunia. "Mahasiswa Politeknik Statistika STIS harus menjadi talenta ahli data berkelas dunia, menguasai soal big data, andal soal data science, karena itu semua akan menjadi penggerak kemajuan bangsa," tandasnya.
Lebih lanjut, Plt. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti memaparkan strategi pembelajaran STIS dalam meningkatkan kualitas SDM. Para mahasiswa didorong untuk memanfaatkan big data dan data science untuk mengolah data. Salah satu contohnya adalah memanfaatkan teknologi web crawling untuk memperkaya informasi website. "Inilah yang membantu BPS menghasilkan statistik yang berkualitas. Kami terus mendorong mahasiswa yang potensial untuk adaptif dan keep up dengan perkembangan teknologi terkini," pungkas Amalia.***