Bendungan ini juga nantinya akan digunakan sebagai sumber pembangkit listrik sebesar 1 Megawatt dan mendukung sektor pariwisata di Provinsi Sumatera Utara.
Namun, bendungan yang paling besar adalah Bendungan Keureuto dengan kapasitas tampung 215,94 juta/m3.
Bendungan ini juga dirancang memiliki tampungan banjir sekitar 30,39 juta m3 atau sebesar 501,49 m3/detik.
Bendungan Keureuto juga akan difungsikan untuk menyediakan air irigasi seluas 9.420 hektar yang terdiri dari intensifikasi Daerah Irigasi Alue Ubay seluas 2.743 hektar dan ekstensifikasi daerah irigasi Pasee Kanan seluas 6.677 hektar.
Bendungan Keureuto merupakan salah satu bendungan terbesar di Sumatera yang dibangun oleh Kementerian PUPR melalui Balai Wilayah Sungai Sumatera 1 Ditjen Sumber Daya Air.
Pembangunan bendungan dimulai sejak tahun 2015 dengan biaya sebesar Rp 2,68 triliun. ***