Baca Juga: Heboh Penipuan Modus Aplikasi Undangan Pernikahan, Polisi Bekuk Mahasiswa di Pinrang
Selain itu, bahasa ini juga merupakan bahasa kedua bagi etnis minoritas di Vietnam.
Meski mengadung banyak kata-kata serapan dari bahasa Tionghoa dan aslinya ditulis dalam aksara Tionghoa, para ahli bahasa menganggap bahasa Vietnam sebagai bahasa Austroasia.
Bahasa Vietnam saat ini menggunakan aksara Latin dengan diakritik dalam sistem penulisannya.
7. Bahasa Rusia
Bahasa Rusia (русский язык, russkiy yazyk, diucapkan [ˈruskʲɪj jɪˈzɨk]) adalah bahasa Slavia yang utamanya dituturkan di Rusia, Belarus, Uzbekistan, Kazakhstan dan Kirgizstan.
Bahasa ini tidak resmi namun juga banyak dituturkan di Ukraina, Moldova, Latvia, Tajikistan, Turkmenistan, Estonia dan negara-negara lain yang pernah menjadi bagian dari Uni Soviet.
Dengan jumlah penutur sebanyak 278 juta jiwa, bahasa Rusia merupakan bahasa terbesar kelima dari segi jumlah penuturnya setelah bahasa Mandarin, Inggris, Spanyol, dan Hindi.
Bahasa ini juga menjadi bahasa resmi PBB dan badan-badan khususnya selain bahasa Arab, Prancis, Mandarin, Inggris, dan Spanyol.
Selain itu, bahasa Rusia juga digunakan sebagai bahasa resmi Persemakmuran Negara-negara Merdeka.
6. Bahasa Turki
Bahasa Turki pada mulanya berasal dari Asia Tengah di mana kelompok yang disebut kelompok Oguz berpindah hingga ke semenanjung Anatolia, Asia Kecil.
Bahasa cabang Oguz ini lambat laun berubah. Kelompok Oguz ini menyebar mulai Anatolia hingga Selat Bosporus.
Kelompok yang membawa bahasa ini adalah kelompok Seljuk pada abad ke-10.
Semenjak Islam mulai dianut masyarakat Turki, bahasa Turki di wilayah Anatolia mulai menyerap berbagai kosakata dari bahasa Arab dan bahasa Persia.