Dia menjelaskan bahwa air Zamzam merupakan air terbarukan yang sumbernya berasal dari hujan yang turun di Kota Mekkah.
Mekkah adalah daerah pegunungan dan salah satu lembahnya menampung air hujan yang menjadi sumber air untuk sumur Zamzam di dataran rendah.
Profesor Sharaqi juga mengungkapkan bahwa terdapat endapan sungai sedalam 14 meter yang terbentuk dari air hujan di pegunungan dan mengalir ke dataran rendah.
Kemudian berubah menjadi sedimen.
Proses ini memakan waktu jutaan tahun untuk membentuk sumur Zamzam dengan kedalaman 14 meter.
Di bagian paling bawah sumur terdapat kumpulan batuan yang membuat kedalaman total sumur Zamzam mencapai 35 meter.
Ia menambahkan bahwa air di sumur Zamzam digunakan sebagai air minum bagi para jamaah dan tidak digunakan untuk pertanian.
"Sumur Zamzam telah digunakan selama 4.000 tahun, hal ini membuat kami berpikir bahwa jika tidak ada hujan di Arab Saudi, mungkin airnya akan habis," jelas Profesor Sharaqi.
"Namun, mengingat kondisi iklim yang stabil dan tidak berubah, sumur ini tetap ada," lanjutnya.
Dengan demikian, penjelasan dari Profesor Sharaqi menegaskan bahwa air di sumur Zamzam berasal dari sumber air tanah yang dapat diperbarui dan menjelaskan keberlangsungan air tersebut selama ribuan tahun.***