Genap 20 tahun hubungan ini berjalan dalam kekufuran, datanglah masanya hijrah dari kota Mekkah di mana orang-orang beriman disakiti, hartanya diambil.
Ketika itu datanglah Zainab kepada Rasulullah. Lalu Rasulullah pun mengizinkan Zainab untuk menemani suaminya, yang ketika itu belum memeluk agama Islam.
Zainab terus berupaya mengajak suaminya untuk memeluk Islam, namun apa daya Zainab, karena hidayah hanya ada di tangan Allah SWT.
Baca Juga: Ini Ayat yang Menerangkan Tentang Kewajiban Melaksanakan Puasa Bagi Setiap Muslim
Sedahsyat apapun ketegaran hati Zainab mengajak suaminya untuk memeluk Islam, tetap saja Abul Ash enggan melakukan hal tersebut.
Meski begitu, Zainab tetap bersabar menghadapi suaminya, sehingga datanglah masa perang Badar, di mana semua orang di Mekkah dipaksa untuk memerangi kaum muslimin.
Dan terjadilah perang dengan 313 pasukan kaum muslimin berhadapan dengan 1000 orang dari Quraisy, diantaranya ada Abul Ash bin Rabi' yang juga dipaksa untuk memerangi umat muslim, sungguh Zainab khawatir jika sang suami dan ayahnya terbunuh.
Perang Badar pun usai dengan kemenangan umat muslim atas izin Allah SWT. Banyak kaum Quraisy ditawan, termasuk Abul Ash bin Rabi'.
Baca Juga: Krisis Ekonomi Indonesia Berawal Dari Beberapa Faktor pada Era 90
Dalam suasana yang dipenuhi ketegangan, kaum kafir Quraisy mengirimkan utusan untuk menukar Abul Ash dengan tawanan lain.
Zainab juga masih menunjukkan kesetiaannya pada suami. Putri Nabi Muhammad mengirimkan kalung yang terbuat dari batu onyx Zafar hadiah pernikahan dari sang Bunda demi menebus Abul Ash.
Peristiwa tersebut menunjukkan betapa Zainab sangat mencintai Abul Ash.
Bahkan hal itu meluluhkan hati Nabi Muhammad ketika melihat kalung Zainab yang merupakan hadiah dari Khadijah, hatinya pun merasa iba.
Umat Islam yang terlibat perang kemudian rela melepaskan tawanannya yang tak lain adalah Abul Ash. Suami Zainab dilepaskan dan dikembalikan.
Kendati demikian, Rasulullah memberi syarat pada Abul Ash setelah ia dilepaskan, dengan meminta agar Abul Ash harus bercerai dengan Zainab.