Dalam Islam seorang wanita perawan begitu malu, sehingga terkadang untuk mengatakan setuju pun dia tidak berani.
Maka terjadilah pernikahan antara Abul Ash bin Rabi' dengan Zainab.
Pernikahan Zainab ini terjadi sebelum Nabi Muhammad diangkat menjadi Rasul.
Baca Juga: Hasil Swiss Open 2023: Menyerah 2 Set Langsung dari Nhat Nguyen, Vito Baru Sekali Menang Tahun Ini
Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai dua orang anak, yaitu Ali dan Umamah.
Lalu hari kian berganti, saat Rasulullah telah berusia 40 tahun, maka Allah SWT mengutusnya menjadi Nabi dan setelah itu menjadi Rasul.
Mulailah Rasulullah mendakwahkan Islam kepada keluarga terdekat, dimulai dengan istrinya, Khadijah.
Putri-putrinya pun ikut masuk islam termasuk Zainab, dan para sahabatnya juga ikut memeluk agama Islam.
Baca Juga: Surat Seorang Bapak: Sahur Pertama Tanpa Anak-anakku
Setelah menikah, Zainab tinggal bersama Abul Ash bin Rabi' suaminya.
Hingga pada suatu ketika, pada saat suaminya pulang dari berdagang, Zainab menemui suaminya, dan mengatakan;
"Wahai suamiku tercinta, sungguh aku inginkan bagimu kebaikan, sebagaimana yang aku rasakan, Islamlah, sungguh ayahku telah mendapatkan wahyu dari langit, dan ayahku bukanlah seorang pendusta"
Lalu Abul Ash menjawab "Mengapa engkau tidak izin kepadaku?" kemudian Abul Ash pergi meninggalkan istrinya, dan mengatakan dirinya enggan masuk Islam.
Baca Juga: 5 Fakta Mengerikan Anime Jujutsu Kaisen
Meski demikian, kehidupan rumah tangga mereka tetap berjalan sebagaimana biasanya orang berumah tangga, karena ketika itu Allah SWT belum memerintahkan bahwa tidak boleh menjalin hubungan rumah tangga jika salah satu muslim atau muslimah, dan satunya lagi musyrik.