Bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke Gua Kallo Dewata, harus menempuh perjalanan menanjak dan berkelok di lintas trans Sulawesi Palopo-Toraja.
Setidaknya, dibutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk mencapai lorong Gua Kallo Dewata yang menyimpang keunikan yang luar biasa itu.
Bayangkan saja, lorong di gua ini dapat terhubung dengan beberapa gua lain yang ada di Kota Palopo, walaupun jaraknya terbilang sangat jauh.
Baca Juga: Ini Dia Menu Rumah Makan Padang yang Paling Banyak Disukai
Seperti salah satu gua yang ada di Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu.
Gua Kallo Dewata, selama ini dijadikan tempat bersarang kelelawar.
Potensi ini dimanfaatkan masyarakat setempat dengan mengumpulkan kotoran kelelawar untuk dijual sebagai pupuk tanam.
Baca Juga: Jadwal Indonesia Masters 2023 Hari Ini: 17 Wakil Tuan Rumah Berjuang ke Perempat Final
Kondisi yang tidak terawat dan lebih mirip hutan para umumnya, membuat gua ini sepi pengunjung.
Menurut salah satu wisatawan, Yulia, kondisi dalam gua tersebut sangatlah gelap.
Sebagai penerang, pengunjung biasa menggunakan lilin atau alat penerang lainnya.
“Masih alami sekali, gelap bagian dalam untuk ambil gambar jadi pakai penerang lilin dan beberap senter,” katanya.
Baca Juga: Daftar 17 Wakil Tuan Rumah di Babak Kedua Indonesia Masters 2023, Ganda Putra Paling Banyak
Tak hanya gelap, kondisi yang dingin juga sangat terasa bila masuk ke lubang gua ini.
Bahkan kata Yulia, saking dinginnya mulut sampai mengeluarkan uap.