Inti Berita:
• Muhammad Mursham dipercaya memegang jabatan strategis sebagai GM Komunikasi, Hukum dan Aset Semen Tonasa dengan tanggung jawab yang luas dan kompleks.
• Gaya kepemimpinan Mursham yang dikenal irit bicara disebut lahir dari tuntutan kehati-hatian dalam komunikasi dan pengambilan keputusan perusahaan.
• Sebagai bagian dari ekosistem holding industri semen nasional, setiap kebijakan dan komunikasi korporasi Semen Tonasa dijalankan melalui mekanisme yang ketat dan terukur.
MetroSelebes.com, PANGKEP - Gayanya cool, dan irit bicara, itulah gambaran yang pas bagi sosok Muhammad Mursham. Di lingkungan Semen Tonasa, ia dikenal dengan tipe yang tak neko-neko. Langkah karier Muhammad Mursham di lingkungan PT Semen Tonasa terbilang tidak singkat. Setelah sempat mengemban amanah sebagai Direktur Teknik PT Prima Karya Manunggal, perusahaan afiliasi Semen Tonasa, ia kembali ke induk perusahaan dengan pengalaman dan tanggung jawab yang semakin besar.
Perjalanan itu berlanjut ketika Mursham dipercaya menduduki posisi Kepala Departemen Project Management. Kurang lebih 11 bulan menjalankan tugas tersebut, manajemen kemudian memberikan kepercayaan baru kepadanya untuk menempati jabatan General Manager Komunikasi, Hukum dan Aset atau yang lebih dikenal sebagai GM Sekretaris Perusahaan (Sekper).
Baca juga: Messi Belum Habis! Dari Penalti Gagal hingga Pecahkan Rekor Dunia di Piala Dunia 2026
Posisi tersebut dikenal sebagai salah satu jabatan strategis sekaligus padat aktivitas di lingkungan Semen Tonasa. Selain mengurusi keprotokoleran perusahaan, GM Sekper juga bertanggung jawab terhadap berbagai urusan hukum, perizinan, aset, hingga pengelolaan administrasi surat-menyurat yang masuk ke perusahaan.
Dalam mekanismenya, berbagai surat yang masuk harus melalui proses telaah dan pertimbangan sebelum ditindaklanjuti. Tidak seluruh surat otomatis memperoleh respons atau persetujuan karena setiap permohonan harus disesuaikan dengan kebutuhan, prioritas, dan ketentuan perusahaan yang berlaku.
Sejumlah pihak terkadang menilai komunikasi dari pejabat perusahaan terlihat terbatas. Namun, sumber internal menyebut kondisi tersebut lebih dipengaruhi oleh tingginya beban tanggung jawab serta kewajiban memastikan setiap keputusan dan komunikasi berjalan sesuai prosedur yang ditetapkan.
"Jangan heran kalau terlihat irit bicara. Banyak hal yang harus dipertimbangkan sebelum memberikan tanggapan atau mengambil keputusan," ujar seorang sumber yang memahami mekanisme kerja di lingkungan perusahaan.
Terlebih setelah Semen Tonasa menjadi bagian dari holding Semen Indonesia Group dan berada dalam ekosistem PT Danantara Indonesia, proses pengambilan keputusan maupun komunikasi korporasi disebut semakin menuntut kehati-hatian. Dalam situasi seperti itu, ketelitian dan kepatuhan terhadap tata kelola perusahaan menjadi bagian penting yang tidak selalu terlihat di ruang publik. (*)
(Ram/SM)